Geram Kelakuan Suporter Solo, Mirna Mengadu ke PT LI

Bupati Kendal Mirna Annisa. (Instagram/persikkendal_official)
10 Juli 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Bupati Kendal, Mirna Annisa, merasa kecewa dengan kelakuan suporter asal Solo yang mendukung tim kesayangannya, Persis Solo, bertamu ke markas Persik Kendal dalam lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Kebondalem, Senin (9/7/2018).

Akibat ulah suporter Solo yang terlibat bentrok dengan suporter tuan rumah, fasilitas olahraga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal rusak parah.

"Saya belum bisa menaksir berapa kerugian yang kami alami. Tapi, sangat banyak. besi di tribune stadion rusak. Pagar tribune juga rusak," ujar Mirna saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa (10/7/2018).

Akibat ulah suporter Solo ini, Mirna pun siap melapor ke PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi Liga 2. Ia berharap suporter Solo menerima sanksi sehingga tak berulah lagi di kota lain.

"Kalau perlu saya minta kabupaten atau daerah lain berhati-hati saat menerima kedatangan suporter Solo. Saya lihat mereka arogan dan enggak mencerminkan sikap yang berbudaya. Mereka juga minum-minuman keras," beber bupati termuda di Jateng itu.

Perempuan berusia 37 tahun itu menambahkan dari informasi yang diperoleh, keributan antarsuporter Solo dan Kendal memang bukan murni kesalahan suporter Laskar Sambernyawa, julukan Persis.

Keributan dipicu kapasitas Stadion Kebondalem, Kendal, yang tidak bisa menampung seluruh suporter. Akibatnya, banyak suporter yang tak bisa masuk pun marah dan melempar batu ke tribune penonton yang ada di dalam.

"Itu yang memicu keributan. Sayangnya lagi pihak keamanan kurang responsif dengan memulangkan suporter Solo lebih dulu. Akibatnya, terjadi keributan di luar stadion," beber Mirna.

Keributan antarsuporter Kendal dan Solo terjadi di sela laga antara Persis kontra Persik Kendal di Stadion Kebondalem, Senin sore. Keributan akibat laga yang dimenangkan Persis dengan skor 1-0 itu kemudian berlanjut di wilayah Mangkang, saat suporter Solo hendak meninggalkan Kendal.

Tak ada korban jiwa dalam keributan itu. Meski demikian, satu orang dikabarkan mengalami luka di bagian kepala.

"Saya minta suporter Solo jangan seperti itu lagi. Tim mereka kan bagus dan menang. Kenapa masih ribut?" imbuh perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter kecantikan itu.