Terbentur Zonasi, Siswa Berprestasi di Semarang Gagal Masuk Sekolah Favorit

Ilustrasi penerimaan siswa baru. (Dok. Solopos)
11 Juli 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Sejumlah siswa berprestasi di Kota Semarang gagal lolos dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah menengah atas (SMA) yang terbilang favorit di Kota Semarang, seperti SMAN 5, SMAN 1, dan SMAN 3. Siswa berprestasi itu gagal diterima karena terbentur sistem zonasi.

"Ada keluhan-keluhan yang muncul dari para orang tua karena anaknya yang berprestasi atau pintar tidak bisa masuk SMA favorit, seperti SMA 1, SMA 2, dan SMA 5. Mereka tidak lolos karena rumahnya berada di zonasi dua atau jauh dari sekolah," ungkap Kepala SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih, kepada Semarangpos.com, Selasa (10/7/2018) pagi.

Titi menyebutkan dalam PPDB tahun ajaran 2018/2019, pihaknya membuka kuota penerimaan siswa baru 384 orang.

Kuota tersebut terbagi dalam 12 kelas dan saat ini telah terisi penuh. Jika tidak tercukupi, pihaknya pun siap membuka pendaftaran untuk calon siswa dari zonasi dua atau daerah di luar wilayah SMAN 5.

"Tapi sejauh ini kuota yang dari zonasi satu saja sudah penuh semua. Maka kami memutuskan tidak mengambil pendaftar dari zonasi dua atau di luar kecamatan Semarang Tengah," tuturnya.

Meski demikian, Titi enggan menyebut jumlah siswa yang tereliminasi akibat aturan zonasi itu. Ia berdalih jumlah siswa berprestasi yang gagal masuk karena sistem zonasi masih dalam proses perhitungan.

"Yang pasti banyak, sekarang masih dihitung oleh panitia seleksi PPDB," tutur Titi.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto, menyebutkan jumlah pendaftar di sekolahnya saat ini sudah melebihi kuota. Dari 384 siswa yang dibutuhkan, jumlah pendaftar sudah mencapai 615 orang.

"Dari jumlah itu, sebanyak 520 orang mendaftar di jalur IPA dan 95 orang di IPS. Jumlah siswa yang menggunakan SKTM atau siswa dari kalangan tidak mampu sekitar 71 orang," terang Wiharto dalam pesan singkat kepada Semarangpos.com.

Proses PPDB SMA/SMK sederejat di Jateng saat ini telah mencapai 113.092 orang pendaftar. Namun, menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, jumlah itu masih kurang dari kuota yang ditetapkan, yakni 113.325 orang.

Dari total pendaftar sebanyak itu, siswa pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM) mencapai 62.000 orang. Namun, hanya 26.617 siswa pemegang SKTM yang diakomodasi atau sekitar 23,5%. Sisanya dicoret karena kedapatan memalsukan SKTM. 

Tokopedia