78.406 Pendaftar Pakai SKTM Palsu Dicoret

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kedua dari kiri), ditemani Kadisdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo, saat meninjau posko PPDB online di Kantor Disdikbud Jateng, Semarang, Rabu (11/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
12 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA dan SMK di Jawa Tengah (Jateng) terbilang tinggi.

Data terbaru yang ditemukan panitia PPDB online SMA dan SMK di Jateng, Rabu (11/7/2018) setidaknya terdapat 78.406 calon siswa yang menggunakan SKTM dengan data yang tidak faktual alias palsu.

Jumlah itu lebih banyak dari data SKTM palsu yang sebelumnya ditemukan panitia PPDB Online SMA/SMK Jateng, Selasa (10/7/2018).

 “Ada tambahan sekitar 300 lebih SKTM yang disalahgunakan. Semua kita coret. Otomatis mereka gagal. Itu bentuk integritas kita terhadap pelanggaran yang dilakukan,” ujar Ganjar saat meninjau Posko PPDB Online di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Kota Semarang, Rabu (11/7/2018) petang.

Dari data yang dihimpun Semarangpos.com, sejak PPDB online SMA dan SMK di Jateng dibuka Minggu-Jumat (1-6/7/2018), terdapat sekitar 221.551 calon siswa yang mendaftar untuk memperebutkan 211.811 kursi yang disediakan.

Dari pendaftar sebanyak itu, sekitar 148.854 orang di antaranya mendaftar dengan melampirkan SKTM. Di jenjang SMA, dari 113.325 pendaftar 62.461 orang di antaranya menggunakan SKTM. Namun, yang lolos dengan menggunakan SKTM hanya sekitar 26.455 orang atau sekitar 23,3%. Sementara sisanya, 36.016 dicoret.

Sementara, jumlah pendaftar SMK negeri di Jateng mencapai 108.459 orang dari total kuota 98.486 yang disediakan. Pendaftar memakai SKTM sekitar 86.393 orang dan  yang lolos dengan SKTM mencapai 44.003 atau 44,68%. Pendaftar SKTM yang dicoret atau tersingkir sebanyak 42.390.

“Untuk yang dicoret sudah dipastikan tidak lolos. Kami persilakan mendaftar sekolah swasta. Tapi, untuk beberapa siswa yang mencabut SKTM sebelum penutupan pendaftaran [6 Juli] ada kemungkinan masih diterima,” tutur Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo.

Tokopedia