SMAN 1 Semarang Terima Siswa Miskin Kurang dari 20%

Ilustrasi penerimaan siswa baru. (dok. Solopos.com)
12 Juli 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah (Jateng) No. 9 Tahun 2017  yang menetapkan kuota siswa dari keluarga miskin (gakin) minimal 20% dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2018 rupanya belum diaplikasi seluruh sekolah menengah atas (SMA) berstatus favorit di Kota Semarang.

Beberapa SMA favorit di Semarang bahkan hanya menerima siswa gakin kurang dari 20% dalam PPDB kali ini. Salah satu sekolah favorit yang menerima peserta didik gakin kurang dari 20% itu, adalah SMA Negeri 1 Semarang (Smansa).

Wakil Kepala Smansa, Masochan, menyebutkan dari 432 calon siswa yang lolos seleksi, hanya sekitar 42 orang yang berasal dari kalangan gakin atau sekitar 9,7% dari jumlah keseluruhan.

“Total ada 42 siswa yang menggunakan SKTM [Surat Keterangan Tidak Mampu] yang diterima di SMAN 1 Semarang. 42 siswa itu terbagi dalam kelas IPA dan IPS,” ujar Masochan saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (12/7/2018).

Berbeda dengan Smansa, sekolah favorit lain seperti SMAN 3 Semarang dan SMAN 5 Semarang menampung siswa gakin mencapai 20% atau lebih. SMAN 5 Semarang bahkan menampung siswa gakin mencapai 32%.

“Total siswa yang diterima di SMAN 5 Semarang mencapai 384 orang. Dari jumlah itu, 90 orang di antaranya merupakan siswa dari kalangan tidak mampu atau gakin yang ditunjukkan dengan SKTM maupun KIP [Kartu Indonesia Pintar],” terang Kepala SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Kamis.

Titi menyebutkan dari 384 siswa itu 320 orang di antaranya diterima di jurusan IPA. Sedangkan, 64 siswa masuk jurusan IPS yang dibagi dalam dua kelas.

“Sedangkan untuk siswa gakin, untuk kelas IPS ada 48 orang dan IPA ada 42 anak,” imbuh Titi.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Semarang Bidang Komunikasi, Aji Setyayoga, menyebutkan total ada 64 siswa gakin dari 384 siswa yang diterima atau sekitar 16%. Aji mengaku semula ada sekitar 71 siswa gakin yang mendaftar di sekolahnya. Namun, dari jumlah sebanyak itu beberapa di antaranya dicoret setelah dilakukan verifikasi.

“Yang dicoret ya harus bersaing melalui jalur umum. Tapi, enggak bisa karena prestasinya kurang. Tahun ini NEM tertinggi yang diterima di SMAN 3 Semarang mencapai 38,80,” ujar Aji

Tokopedia