Argo Muria Festival with Andien Bakal Dongkrak Kunjungan Lawang Sewu

Ilustrasi konser musik di Museum Lawang Sewu Semarang. (Istimewa - PT KAI Daops IV Semarang)
13 Juli 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menggelar event bertajuk Argo Muria Festival di Museum Lawang Sewu, Kota Semarang, Sabtu (14/7/2018). Agenda hiburan yang dibalut dengan berbagai pertunjukan seni, seperti music showcase, illustration respond, teater performance, dan fashion show itu akan dimeriahkan dengan penampilan penyanyi jaz kenamaan, Andien.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, Suprapto, mengatakan event Argo Muria Festival digelar untuk lebih memperkenalkan produk layanan transportasi kereta api dan tempat wisata bernuansa kereta api, seperti Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa.

“Selain itu, Argo Muria Festival juga digelar sebagai bentuk apresiasi kami terhadap penumpang relasi Semarang-Jakarta selama ini. Terlebih lagi, selama 2017 tercatat sekitar 755.701 penumpang menggunakan layanan kereta api relasi Semarang-Jakarta atau naik 12% dibanding 2016,” jelas Suprapto dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Kamis (12/7/2018).

Dalam Argo Muria Festival nanti, PT KAI juga akan menggelar acara Bazar and Marketplace dengan menghadirkan 8 tenant yang tergabung dalam Impala Space Community.

“Semoga dengan adanya Festival Argo Muria with Andien Metamorfosa ini bisa semakin menyemarakan Kota Semarang dan Jateng, agar semakin terkena dan menjadi destinasi wisata lokal maupun mancanegara,” imbuh Suprapto.

Suprapto juga berharap dengan digelarnya Argo Muria Festival di Museum Lawang Sewu akan membuat gedung yang didesain arsitek asal Belanda, Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Ourendag itu semakin sering dikunjungi wisatawan.

Lawang Sewu yang dulunya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Perusahaan Kereta Api Belanda memiliki sejarah yang kuat terkait peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang pada Oktober 1945. Oleh karena itu, pada tahun 1992 Pemerintah Kota Semarang menjadikan gedung ini sebagai bangunan kuno bersejarah yang patut dilindungi. 

Tokopedia