Pelayanan Perizinan Jateng Diganjar Investment Award

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri), saat menerima piala Investment Award dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2018). (Istimewa - Humas Pemprov Jateng)
13 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih predikat terbaik dalam bidang pelayanan perizinan se-Indonesia. Predikat itu ditandai dengan diberikannya penghargaan Investment Award dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng.

Trofi Investmen Award itu diserahkan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Ruang Nusantara Gedung BKPM, Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 44, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Selain DPMPTSP Jateng yang meraih peringkat pertama dalam bidang pelayanan perizinan untuk kategori provinsi, Kota Surakarta dan Semarang juga meraih peringkat kedua dan ketiga untuk kategori Kota/KEK/KPBPB. Sedangkan Kabupaten Sragen meraih peringkat kedua kategori kabupaten.

Pada Investment Award ini secara keseluruhan Provinsi Jawa Tengah meraih banyak penghargaan. Selain Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang meraih peringkat satu hingga tiga, masih ada lima kabupaten yang meraih nomine PTSP terbaik, seperti Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, Boyolali, Cilacap, dan Demak.

Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, mengatakan Investment Award diberikan untuk mendorong daerah dalam memberikan standar pelayanan yang lebih baik kepada investor yang masuk. Dengan demikian, penghargaan itu bisa memacu pelayanan perizinan penanaman modal dan percepatan kemudahan berusaha di daerah.

“Penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi PTSP lain di seluruh Indonesia yang belum meraih penghargaan untuk memperbaiki layanan perizinan dan non perizinan daerah untuk peningkatan ekonomi daerah, membuka lowongan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” kata Thomas dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis.

BKPM, lanjut Thomas telah melakukan survei di sekitar 565 PTSP mulai dari tingkat provinsi, tingkat kota/KEK/KPBPB, dan tingkat kabupaten. Dari jumlah tersebut BKPM memberikan penghargaan terhadap 20 PTSP terbaik tingkat kabupaten, 10 PTSP terbaik tingkat kota/KEK/KPBPB, serta 10 PTSP terbaik tingkat provinsi.

Sementara itu, Ganjar menilai penghargaan yang diperoleh merupakan hasil dari perjuangan panjang yang dilakukan Pemprov Jateng dalam memperbaiki sistem pelayanan perizinan.

“Dari luar kita lihat berapa syarat yang bisa diringkas, dan proses waktunya bisa dipercepat. Kita juga memberikan pendampingan. Jadi jika ada orang mau investasi ke Jateng dan bingung, kita dampingi apa yang harus dilakukan. Maka tadi pak menteri bilang, Jateng banyak dilirik investor bahkan yang ingin relokasi pabrik,” ujarnya. 

Ganjar menambahkan PTSPS memang menjadi bagian penting yang diperhatikan selama masa pemerintahannya, menyusul banyak komplain dari pengusaha. Salah satu terobosan yang dilakukan DPTMPTSP yakni dengan membuat Sistem Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP Jateng) yang diluncurkan akhir 2017. 

Tokopedia