701 Jemaah Haji Semarang Berisiko Tinggi Kena Penyakit

Ilustrasi jemaah calon haji. (Antara/M. Risyal Hidayat)
13 Juli 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 701 calon jemaah haji asal Kota Semarang masuk dalam kategori berisiko tinggi terkena penyakit. Meski demikian, ratusan calon jemaah haji itu tetap akan diberangkatkan mulai Agustus 2018 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, M. Habib, mengaku telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap ratusan calon jemaah haji yang berisiko tinggi terkena penyakit itu. Ratusan calon jemaah haji yang masuk kategori berisiko tinggi itu merupakan jemaah yang berusia antara 50-85 tahun.

“Kita sudah lakukan cek kesehatan kepada mereka dan semuanya dinyatakan sehat. Meski demikian, mereka tetap akan mendapat perhatian khusus selama menunakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah,” ujar Habib ketika dijumpai wartawan di kantornya, kawasan Kalipancur, Manyaran, Semarang Barat, Kamis (12/7/2018).

Habib juga berpesan kepada para jemaah itu agar menjaga kondisi kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Meski demikian, ada beberapa orang yang mengidap penyakit menahun, seperti jantung dan ginjal, yang tidak diizinkan berangkat.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak menerima jemaah yang melakukan cuci darah. Pasti ditolak. Alatnya kan mahal. Penyelenggara haji di sana pasti kerepotan menangani hal seperti itu,” tutur Habib.

Habib menyebutkan ada enam kelompok terbang (kloter) jemaah haji yang akan berangkat dari Semarang. Keenam kloter itu akan diberangkatkan mulai 5 Agustus nanti.

Total ada sekitar 1.919 orang calon jemaah haji yang berangkat dari Kota Semarang pada tahun ini. Jumlah itu lebih sedikit sekitar 15% dari jumlah jemaah haji asal Semarang pada tahun 2017, yakni 2.100 orang.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kota Semarang, Sumari, menyebutkan dari 1.919 orang itu paling banyak berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), sekitar 457 orang. Sementara sisanya merupakan petani 47 orang, pedagang 122 orang, TNI/Polri 43 orang dan wiraswasta 548 orang.

"Rinciannya ada 1.050 jemaah wanita serta 869 jemaah pria," kata Sumari.

Tokopedia