31.610 Orang Berebut Kursi Jalur Mandiri Undip Semarang

Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Undip Semarang, Prof. Muhammad Zainuri (paling kanan), saat menggelar jumpa pers terkait seleksi ujian mandiri di Kampus Undip Tembalang, Jumat (13/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
13 Juli 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 31.610 orang akan berebut sekitar 2.300 kursi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang masih tersisa melalui seleksi ujian mandiri (SUM), Sabtu (14/7/2018).

Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Undip, Prof. M. Zainuri, mengatakan SUM Undip akan dibagi dalam dua kelompok, yakni tes kemampuan saintek untuk menjalani seleksi program studi (prodi) eksakta dan tes kemampuan soshum untuk peserta prodi sosial dan humaniora.

“Mereka akan menjalani tes secara terpisah, yang tersebar di 21 kota besar di Indonesia. Seleksi ujian mandiri ini digelar selama satu hari, hanya Sabtu besok,” ujar Zainuri saat menggelar konferensi pers di Gedung ICT Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jumat (13/7/2018).

Zainuri mengatakan tahun ini peserta seleksi masuk Undip melalui jalur mandiri terbilang sangat banyak. Peserta SUM Mandiri mencapai 31.610 peserta atau lebih tinggi sekitar 82% dibanding tahun lalu yang berkisar 26.186 orang.

Mereka kebanyakan memilih prodi-prodi favorit, seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, dan Teknik Sipil, untuk jurusan eksakta. Sementara untuk prodi soshum, minat peserta berada di prodi seperti Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Manajemen, dan Hubungan Internasional (HI).

“Prodi Kedokteran tercatat sebagai prodi yang paling banyak diminati dengan jumlah pendaftar mencapai 5.529 orang, lalu Kedokteran Gigi dengan 3.345 pendaftar, dan Ilmu Hukum dengan 3.065 pendaftar,” imbuh Zainuri.

Zainuri menambahkan tahun ini, Undip menyediakan kursi bagi mahasiswa baru sekitar 8.331. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 70% sudah terisi oleh calon mahasiswa yang lolos seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Tinggal tersisa kuota 30% dari jumlah 8.331 kursi yang disediakan. Sisa 30% ini kami cari melalui jalur mandiri,” beber Zainuri.

Tokopedia