32 Desa Wisata Terbaik Jateng Pamer Potensi Wisata di Alun-Alun Ungaran

Kesenian Kuda Lumping ditampilkan salah satu pengelola desa wisata di Jawa Tengah (Jateng) dalam acara Festival Desa Wisata (FDW) di Alun-Alun Bung Karno, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
15 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 32 desa wisata di Jawa Tengah (Jateng) memperlihatkan potensi wisatanya dalam Festival Desa Wisata (FDW) 2018 yang digelar di Alun-Alun Bung Karno, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu-Minggu (14-15/7/2018).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, menyebutkan desa wisata yang tampil dalam acara itu merupakan desa wisata terbaik dari masing-masing daerah di Jateng.

“Seharusnya ada 35 desa wisata yang tampil di ajang ini, tapi tiga di antaranya absen, yakni dari Karanganyar, Jepara, dan Grobogan,” ujar Dewi saat dijumpai Semarangpos.com di sela FDW, Sabtu.

Dewi mengatakan desa wisata yang tampil dalam FDW 2018 merupakan desa wisata yang telah memenangi kompetisi di tingkat kabupaten atau kota. Mereka kemudian bersaing di tingkat provinsi untuk menyandang status sebagai desa wisata terbaik di Jateng.

Selama dua hari FDW digelar, ke-32 wisata itu harus menampilkan potensi desanya dalam menarik wisatawan. Potensi itu antara lain kesenian, budaya, maupun kuliner.

“Event ini bisa menjadi ajang promosi bagi desa-desa wisata di Jateng. Selain itu, event ini juga bisa memotivasi pengelola desa wisata untuk terus meningkatkan potensi wisatanya agar tidak tertinggal dengan daerah lain,” tutur Dewi.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disporapar) Jateng, Urip Sihabudi. Urip berharap dengan adanya event ini bisa menjadi ajang saling tukar pengetahuan di antara pengelola desa wisata di Jateng.

Seorang pengelola desa wisata tengah menunjukkan wayang buatannya di stan Desa Wisata Winduaji, Brebes, dalam acara Festival Desa Wisata di Alun-Alun Bung Karno, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

“Itu alasan kenapa saya memperlombakan potensi budaya yang dimiliki masing-masing desa wisata. Kalau potensi alam kan kebanyakan sama. Dengan potensi budaya atau kesenian, masing-masing desa wisata tentu bisa saling mempelajari dan terjadi keberagaman potensi desa wisata di Jateng,” tutur Urip.

Urip menyebutkan saat ini ada sekitar 238 desa wisata yang terdaftar di Disporapar Jateng. Namun, dari sekian banyak desa wisata itu hanya sekitar 147 yang aktif mengiatkan potensi wisatanya.

“Ke depan kita akan lebih selektif dalam memberikan status desa wisata. Raperda saat ini sedang digodok, kemungkinan akhir tahun ini disahkan,” beber Urip.

Hampir seluruh desa wisata yang tampil dalam ajang FDW itu menampilkan kesenian daerahnya. Selain kesenian, mereka juga menampilkan pertunjukkan yang biasa digelar di desanya saat menerima kunjungan wisatawan.