Litera Sebut Karya Fathur Rokman Tidak Asli, Unnes Siap Tempuh Jalur Hukum

Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman (paling kiri), saat menggelar jumpa pers di Kampus Unnes Gunungpati, Semarang, beberapa waktu lalu. (dok. JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
16 Juli 2018 07:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Redaksi Jurnal Liter Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengaku hingga kini belum menerima surat balasan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) terkait tanggapan atas artikel rektor kampus perguruan tinggi negeri  (PTN) di Semarang itu, Prof. Fathur Rokhman, yang diduga plagiat.

“Kami saat ini belum menerima surat dari Unnes terkait pernyataan kami itu [artikel rektor Unnes]. Kami akan memberi respons setelah mendapatkan suratnya,” ujar Sekretaris Redaksi Litera, Anwar Effendy, saat dihubungi Semarangpos.com, Minggu (15/7/2018).

Sebelumnya, Litera menyatakan artikel Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, tidak asli.

Litera menyampaikan pernyataan itu setelah menerima informasi dari pengiat sosial Kota Semarang, Yunanto Adi Setyawan (YAS), yang menilai ada kemiripan antara artikel Fathur Rokhman yang diterbitkan Jurnal Litera pada 2004 dengan makalah milik Anif Rida berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial, Santri, dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, yang diterbiktan Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) I pada 2003.

“Setelah memperoleh makalah Kolita I dan Jurnal Litera, kami melakukan penelaahan melalui tabulasi manual dan aplikasi Software Turnitin. Hasil penelaahan dan penyandingan menunjukkan kedua artikel itu menunjukkan sejumlah kemiripan. Merujuk pada tahun terbit kedua jurnal itu, Dewan Redaksi Litera menyimpulkan bahwa artikel Fathur Rokhman tidak asli,” tulis Redaksi Litera dalam surat yang diterbitkan Kamis (12/7/2018).

Menanggapi pernyataan Litera, Unnes pun langsung mengeluarkan sikap. Kampus perguruan tinggi negeri yang berpusat di Gunungpati, Semarang, itu menilai Litera tidak profesional dan siap membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani Kuasa Hukum Fathur Rokhman, Ali Masyar, Unnes mengaku keberatan dengan sikap Litera itu. Mereka menilai Litera tidak layak memberi tanggapan atas aduan dari YAS terkait dugaan plagiat yang dilakukan rektor Unnes itu.

"Pengadu merupakan subyek hukum yang tidak memiliki kepentingan terkait isu yang beredar. Pengadu juga tidak memiliki legal standing apa pun terhadap objek aduan," tulis pernyataan Unnes itu.

Unnes juga keberataan dengan sikap Litera karena langsung memberikan keputusan tanpa memberikan hak jawab terlebih dahulu kepada Fathur Rokhman selaku penulis.

"Pengelola Litera wajib mengklarifikasi sikap itu. Apabila di kemudian hari dokumen ini [surat pernyataan Litera] menimbulkan pencemaran nama baik Prof. Dr. Fathur Rokman, maka kami akan menempuh jalur hukum," tulis surat pernyataan Unnes itu.