Dilarang Naik Taksi Online di Bandara Ahmad Yani, Netizen Merasa Dikerjai Preman

Calon penumpang mengantre untuk check in atau konfirmasi tiket di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jateng, Senin (11/6 - 2018). (Antara/Aji Styawan)
16 Juli 2018 15:45 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Belum genap dua bulan diresmikan, pelayanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mulai dikeluhkan penumpang. Keluhan kali ini datang dari seorang melalui media sosial Facebook terkait pelayanan taksi bandara.

Penumpang yang memiliki akun @Nathalie Nathalie itu menulis dalam dinding Facebook terkait pelayanan taksi Bandara Ahmad Yani Semarang yang dinilai arogan dan tidak sopan. Ia bahkan menilai apa yang dialami sebagai bentuk praktik premanisme di bandara yang awal Juni lalu diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Hari ini ketika pesawat saya landing di Semarang tepatnya pukul 12.30 WIB ada perasaan yang campur aduk di hati saya.. Lapar, panas, sedih, senang dan juga bangga melihat pada akhirnya Semarang punya Bandara yang begitu keren," tulis akun Facebook @Nathalie Nathalie, Minggu (15/7/2018).

Dalam dinding Facebook itu, akun @Nathalie Nathalie juga menuliskan pengalaman saat mencari taksi di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Saat mendapat taksi Blue Bird untuk mengantarnya keluar dari Bandara Ahmad Yani, tiba-tiba seorang pria bertubuh besar menghentikan taksinya.

Pria yang diketahui sopir taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani itu bahkan berani membentaknya dan memintanya turun dari taksi yang ditumpangi.

"Dia membentak saya serta memerintahkan saya untuk turun dari taksi tersebut karena saya tidak boleh naik taksi blue bird dan karena ada peraturan yang melarang kami naik taksi selain taksi bandara," tulis @Nathalie Nathalie.

Dalam Facebook-nya @Nathalie Nathalie mengaku marah dan melaporkan peristiwa yang dialami ke pihak Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang.

Ia pun mengaku dipertemukan dengan Airport Duty Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Rosa Marina. Namun, saat mengungkapkan keluhan, ia malah diminta untuk mencari taksi di luar area bandara.

"Saya menolak semua itu [mencari transportasi darat di luar bandara]. Bukankah Anda harus menghargai kami sebagai konsumen dan ingat hak konsumen juga dilindungi," tulis akun @Nathalie Nathalie itu.

Uanggahan akun @Nathalie Nathalie itu pun mendapat respons banyak dari warganet. Unggahan itu mendapat tanda like sekitar 43.000 netizen.

"Mantap... harus berani melawan premanisme...," respons akun @Walben Sijabat.

"Puanjaaaang e buuuu... but... anyway itu semua terjadi di bandara seluruh indonesia.. yg nota bene... pemiliknya adlh yang ibu tadi bilang/instansi pemerintah tertentu. Bu... anyway (lagi)... anda sangar bu..," tulis akun @Ricky.