Angkasa Pura Imbau Pengunjung Bandara Ahmad Yani Gunakan Taksi Primkopad

Sebuah taksi Blue Bird tengah menurunkan penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (16/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
16 Juli 2018 17:45 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – PT Angkasa Pura (AP) I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang, tak mau disalahkan perihal insiden yang menimpa seorang penumpang pesawat yang diadang seorang pria yang diduga sopir taksi konvensional saat naik taksi online, Blue Bird, di area terminal bandara, Minggu (15/7/2018).

Communication and Legal Section Head PT AP I Bandara Ahmad Yani Semarang, Dian Permata Sari, mengatakan seharusnya penumpang yang mengadu di media sosial Facebook dengan menggunakan akun @Nathalie Nathalie itu mematuhi aturan yang sudah diterapkan terkait transportasi darat di bandara.

Tokopedia

“Kejadian itu memang ada dan terjadi Minggu siang kemarin. Itu sudah ditangani pihak costumer service dan duty manager di Bandara Ahmad Yani. Dia sudah diberi penjelasan terkait aturan menggunakan transportasi darat di bandara. Tapi yang bersangkutan tetap tidak mau menerima. Malah mengadu di Facebook,” ujar Dian saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Senin (16/7/018).

Dian menyebutkan untuk mendapat pelayanan transportasi darat di Bandara Ahmad Yani Semarang, penumpang harus menggunakan sarana transportasi yang disediakan pihak pengelola bandara. Sarana transportasi itu ditunjuk karena sudah menjalin kerja sama dengan pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang.

Sarana transportasi yang dimaksud itu, yakni taksi milik Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad), persewaan mobil dari Astrac dan Blue Bird, serta bus rapid transit (BRT) milik Pemkot Semarang.

“Kami kerja sama juga dengan Blue Bird, tapi rent car bukan taksinya. Kalau taksi hanya dari Primkopad. Aturan ini sudah diterapkan sejak awal. Kami imbau penumpang menggunakan taksi resmi [taksi bandara],"  ujar Dian.

Dian mengaku aturan itu sudah memiliki payung hukum yang jelas, melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) terkait izin usaha di kawasan kawasan bandara.

Sebelumnya penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang, mengadu melalui Facebook dengan menggunakan akun @Nathalie Nathalie. Ia mengaku mendapat perlakuan tidak sopan dari seorang pria yang diduga sopir taksi bandara saat naik taksi Blue Bird.

Melalui akun Facebook-nya, @Nathalie Nathalie mengaku diadang oleh seorang pria bertubuh gempal saat menumpang taksi Blue Bird. Pria itu lantas memintanya turun dan menggunakan taksi bandara.

Kejadian itu pun membuat pengguna akun @Nathalie Nathalie geram. Ia lantas mengadu ke petugas Bandara Ahmad Yani Semarang.

Namun, pihak pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang justru memintanya menggunakan taksi bandara seperti yang diinginkan pria yang dianggap preman itu. Pihak pengelola juga meminta pengguna akun @Nathalie Nathalie untuk mencari moda transportasi lain di luar kawasan terminal Bandara Ahmad Semarang jika tak mau menggunakan taksi yang dikelola Primkopad.