Taksi Online Bakal Beroperasi di Bandara Ahmad Yani

ilustrasi taksi. (Solopos/Dok)
17 Juli 2018 11:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Transportasi dalam jaringan (daring) atau taksi online berpeluang beroperasi di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Dikutip dari siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Selasa (17/7/2018), PT Angkasa Pura (AP) I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang, saat ini tengah mengupayakan peluang kerja sama kemitraan dengan seluruh provider taksi yang sesuai kualifikasi melalui mekanisme lelang terbuka.

Dalam siaran pers itu, AP I memang tidak secara jelas menyebut lelang terbuka itu bisa diikuti provider taksi online. Meski demikian, bukan tak mungkin provider taksi online seperti Grabcar maupun Gocar berpeluang mengikuti lelang tersebut  asalkan memenuhi kualifikasi dan mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

AP I menyebutkan upaya lelang terbuka bagi provider taksi dilakukan sebagai respons memenuhi kebutuhan pengguna jasa bandara terhadap pilihan moda transportasi lanjutan di bandara, khususnya taksi bandara. Hal itu juga merupakan tindak lanjut manajemen dari banyaknya keluhan penumpang terkait sangat sedikitnya pilihan taksi di bandara.

“Atas ketidaknyamanan penumpang terkait terbatasnya pilihan taksi bandara di Bandara Ahmad Yani Semarang, termasuk kepada Saudari Nathalie yang pada 15 Juli lalu mengalami kejadian tidak menyenangkan dari salah satu oknum di Bandara Ahmad Yani Semarang, kami mewakili manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Adapun kami telah menindaklanjuti keluhan Saudari Nathalie secara langsung dan menawarkan beberapa opsi guna memberikan kemudahan kepada Saudari Nathalie. Kami akan menginvestigasi kejadian ini dan menindak oknum tersebut sesuai dengan alur dan prosedur yang berlaku," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Israwadi, dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, pada 15 Juli 2018, sekitar pukul 12.30 WIB Nathalie baru tiba dari Surabaya dan mencari taksi untuk pulang. Ketika Nathalie hendak meninggalkan bandara menggunakan taksi Blue Bird, tiba-tiba ada seorang pria mengadang dan memintanya turun.

Sopir Blue Bird pun diminta menurunkan barang-barang milik Nathalie. Nathalie kemudian menghampiri petugas customer service bandara untuk mengadukan peristiwa yang dialaminya itu.

Berdasarkan laporan itu, pengelola Bandara Ahmad Yani, melalui petugas customer service dan Airport Duty Manager berusaha memberikan penjelasan dan meminta Nathalie untuk mengisi formulir complaint ticket.

Pengisian formulir complaint tersebut diperlukan agar pihak bandara mengetahui identitas lengkap pengguna jasa bandara sehingga pengelola bandara dapat mengabarkan tindak lanjut keluhan tersebut kepada pengguna jasa tersebut. Namun sayangnya Nathalie tidak mengisi formulir tersebut.

Terkait transportasi di Bandara Ahmad Yani Semarang, sebenarnya telah ada peraturan dan kerja sama. Hingga saat ini yang bisa mengangkut penumpang dari bandara tersebut adalah taksi Primer Koperasi Taksi Angkatan Darat (Primkopad) S-16, Bus Trans Semarang, dan rental mobil dari TRAC serta Blue Bird.

“Di area bandara, terdapat peraturan untuk pengelolaan kegiatan jasa terkait di mana seluruh kegiatan jasa harus berdasarkan aturan tersebut. Terkait layanan taksi di Bandara Ahmad Yani Semarang, saat ini pengelola bandara baru bekerja sama hanya dengan Primkopad S-16," kata Israwadi.

Israwadi menambahkan pihaknya saat ini tengah membuka peluang kemitraan dengan provider layanan taksi terpercaya melalui tender terbuka.

”Hal ini kami lakukan semata agar kami dapat memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa bandara, terutama penumpang," kata Israwadi.