Ngaku Tak Kenal Pengadang Penumpang Bandara Semarang, Angkasa Pura Gelar Penyelidikan

Ilustrasi taksi Blue Bird di Bandara Ahmad Yani Semarang. (dok.JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
17 Juli 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - PT Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang membantah jika pelaku pengadangan taksi Blue Bird yang mengangkut penumpang bernama Nathalie merupakan sopir taksi resmi yang beroperasi di bandara, milik Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) S-16.

Hal tersebut disampaikan Communication and Legal Section Head PT AP I Bandara Ahmad Yani Semarang, Dian Permata Sari, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Senin (16/7/2018).

Dalam kesempatan itu, Dian bahkan berulangkali mengucap kata 'bukan' saat ditanya apakah pelaku pengadangan merupakan sopir taksi yang diizinkan beroperasi di bandara, yakni Primkopad S-16.

"Bukan, bukan, bukan. Bukan sopir taksi bandara juga. Kami masih selidiki orang itu siapa," ujar Dian.

Dian juga menampik jika pelaku pengadangan itu merupakan petugas keamanan, petugas bandara, maupun dari pihak AP I.

"Kami masih selidiki siapa kira-kira orang itu. Kalau pun terbukti dia bukan oknum dari instansi yang berwenang kita akan tindak lanjuti. Yang jelas bukan dari pihak bandara, AP I, bukan [juga] security," imbuh Dian.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden pengadangan taksi Blue Bird itu terjadi Minggu (15/7/2018) siang. Saat itu, taksi Blue Bird itu tengah mengangkut penumpang yang menggunakan akun @Nathalie Nathalie di Facebook.

Melalui akunnya, @Nathalie Nathalie mengaku mendapat perlakuan yang tidak sopan dari seorang pria saat tengah menumpang taksi Blue Bird. Saat hendak meninggalkan Bandara Ahmad Yani Semarang, taksi yang ditumpangi diadang.

Ia juga diminta menurunkan barang bawaannya yang sudah terlanjur masuk taksi Blue Bird. Pria itu membentak dan menyuruhnya untuk naik taksi resmi bandara.

Ia pun sempat mengadukan sikap pria yang diduga sopir taksi bandara ke petugas Bandara Ahmad Yani Semarang. Namun, berdasar pengakuannya yang ditulis di Facebook, pihak bandara justru menyuruhnya menggunakan taksi resmi bandara, naik Bus Trans Semarang, atau diantara keluar kompleks bandara untuk mendapat taksi lain.

Dalam unggahan @Nathalie Nathalie itu, pihak Bandara Ahmad Yani Semarang sebenarnya mengetahui sosok pria pelaku pengadangan itu. Sehingga, seharusnya tidak perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui sosok pelaku.

Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan pengguna akun @Nathalie Nathalie. Ia mengaku petugas bandara sempat memanggil pelaku untuk dilakukan mediasi dengannya.

"Bapak Preman tadi dipanggil untuk ditengahi bersama saya dan lagi2 dengan gaya sok2 an dia menyebutkan dia orang suruhan pejabat," tulis akun @Nathalie Nathalie.