Luncurkan DESA-KU, Udinus Budayakan Bahasa Inggris

Rektor Udinus, Edi Nursasongko, saat meresmikan DESA-KU Project, di Kampus Udinus, Semarang, Rabu (18/7/2018). (Istimewa - Humas Udinus)
19 Juli 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menerapkan budaya penggunaan bahasa Inggris untuk aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus melalui program DESA-KU. 

Dengan program itu, Udinus berharap bahasa Inggris akan menjadi bahasa sehari-hari yang digunakan mahasiswa maupun tenaga pengajar di lingkungan kampus yang terletak di Jl. Indraprasta, Kota Semarang itu.

"Nanti dalam penerapannya, civitas academica Udinus dan masyarakat akan langsung berbicara dengan bahasa Inggris. Kami juga akan ajarkan para penjual makanan, instansi pemerintah, dan lainnya agar tidak takut berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris saat beraktivitas sehari-hari," ujar Koordinator DESA-KU Project, Jumanto, dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis (19/7/2018).

DESA-KU merupakan kependekan dari Daily English Speaking Atmosphere at Kampus Udinus dan telah dirilis di Aula Gedung E Udinus, Rabu (18/7/2018).

Jumanto menyebutkan DESA-KU lebih berfokus pada makna yang disampaikan kepada penerima pesan, tidak fokus dalam penggunaan tata bahasa (grammar). Kesadaran mengenai nilai tambah atas kemampuan dan ketrampilan berbahasa Inggris harus ditekankan kepada masyarakat Indonesia.

“Selama ini masyarakat anti-terhadap penggunaan bahasa Inggris disebabkan kesulitan dalam grammar. Memang grammar jadi momok masyarakat Indonesia, namun kami akan memotivasi dan mengajarkan. Kuncinya jangan takut salah,” ungkapnya.

Rencana DESA-KU akan terus disosialisasikan dan diperdalam selama dua tahun mulai 2018. Program ini dibagi dalam dua tahap, yakni internal Udinus dan eksternal atau lingkungan sekitar kampus.

Kepala Humas Udinus, Agus Triyono, menegaskan kebiasaan berbahasa Inggris di lingkungan kampus menjadi awal Udinus menuju World University yang menjadi cita-cita seluruh civitas academica.

Habit ini bagus dan perlu didukung oleh seluruh civitas academica dari mulai dosen hingga mahasiswa. Karena dengan menguasai bahasa Inggris, maka akan mempermudah komunikasi dan memperluas jaringan ke mancanegara,” tutupnya.