Status 8 Desa Wisata di Semarang Bakal Dicabut

Salah seorang pengunjung mencuci muka dengan air di Sendang Kali Gondang, Desa Wisata Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jateng. (Imam Yuda Saputra/JIBI - Semarangpos.com)
20 Juli 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Sebanyak delapan desa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) terancam kehilangan statusnya sebagai desa wisata. Kedelapan desa itu berpotensi kehilangan status karena dianggap tidak aktif dalam mengembangkan potensi wisata di daerahnya.

"Mungkin, jelas mungkin [status desa wisata] dicabut. Kalau enggak berkembang kenapa tidak? Lebih baik kita berikan ke daerah lain yang serius [mengembangkan pariwisata]. Lebih baik desanya kecil tapi bagus," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, saat dijumpai Semarangpos.com di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2018).

Tokopedia

Dewi menyebutkan saat ini di Kabupaten Semarang terdapat 33 desa yang menyandang status desa wisata. Namun, dari 33 desa itu hanya sekitar 25 desa yang terlihat serius mengembangkan potensi wisata.

Ke-25 desa itu memiliki potensi wisata, bukan hanya alam tapi juga pertunjukan seni dan budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan. Sementara delapan desa yang tidak aktif, cenderung memiliki potensi wisata yang hampir sama dengan daerah lain sehingga sulit berkembang.

"Hanya 25 desa itu yang pengelolanya kelihatan aktif. Mereka [pengelola desa] kerap mengikuti diskusi dan pelatihan pengembangan pariwisata. Sementara sisanya kurang," terang Dewi.

Dewi menambahkan desa wisata di Kabupaten Semarang memiliki sederet tantangan. Selain potensi wisata yang cenderung seragam, pengelola desa juga kerap kesulitan dalam mempromosikan daerahnya.

"Kebanyakan pengelola desa wisata yang kurang aktif biasanya memiliki keterbatasan dalam SDM [sumber daya manusia]. Mereka kurang memanfaatkan media sosial dalam memasarkan daerahnya. Promosinya hanya sebatas lingkup kabupaten, jadi tidak mampu menarik minat wisatawan luar daerah," beber Dewi.