Buntut Keluhan Netizen, Taksi Argo Beroperasi di Bandara Semarang

Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang mengawasi taksi argo yang mulai beroperasi perdana di Bandara Ahmad Yani, Kamis (19/7/2018). (Istimewa - Humas Dishub Jateng)
20 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah (Jateng) meminta PT Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang untuk mengizinkan semua provider taksi, kecuali online, beroperasi di bandara mulai Kamis (19/7/2018).

Kebijakan ini diambil menyusul aduan seorang penumpang pesawat di media sosial Facebook terkait pelayanan taksi di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penumpang yang mengadu dengan menggunakan akun @Nathalie Nathalie itu menceritakan pengalamannya saat diadang seorang pria ketika menumpang taksi Blue Bird.

Ia diminta turun dan naik taksi resmi Bandara Ahmad Yani Semarang yang dikelola Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad). Meski demikian, ia menolak dan tetap ngotot untuk naik taksi yang dipesan dari luar bandara.

"Jadi mulai hari ini semua operator taksi yang berargometer boleh mengambil penumpang di Bandara Ahmad Yani. Kami mulai menerbitkan aturan itu per hari ini agar bisa mengakomodasi kepentingan pengunjung bandara yang ingin naik taksi lain," ujar Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dishub Jateng, Dikki Rulli Perkasa, saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (19/7/2018).

Dikki menambahkan pengoperasian taksi dengan menggunakan argometer di Bandara Ahmad Yani Semarang itu bakal diberlakukan secara bertahap. Artinya, belum semua taksi berargometer diizinkan mengambil penumpang di Bandara Ahmad Yani.

"Kalau untuk kuota belum dipastikan. Masih dirembuk pihak otoritas bandara. Tapi, pastinya hari ini sudah ada beberapa taksi argo yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani Semarang," beber Dikki.

Keberadaan taksi argo ini pun diharapkan mampu mengakomodasi keinginan penumpang yang ingin mendapatkan layanan taksi di bandara dengan harga lebih murah.

Selama ini, layanan taksi bandara kerap dikeluhkan penumpang karena tarifnya yang sangat mahal.

"Untuk taksi berargo di bandara nanti tarifnya menyesuaikan batas atas dan bawah. Hampir seperti yang sudah beredar di Solo (Bandara Adi Soemarmo). Cuma nanti ada beda sedikit menyesuaikan kondisi di Ahmad Yani," jelas Dikki.

Dikki menambahkan jumlah taksi argo yang beredar nanti akan diputuskan pihak Bandara Ahmad Yani dengan provider taksi yang selama ini sudah menjalin kerja sama, Primkopad.

"Tapi intinya dari Primkopad sudah sepakat. Enggah ada masalah lagi. Semua sudah diterapkan, termasuk apakah nanti taksinya akan ditempeli stiker atau tidak," jelas Dikki.