Rusunawa bagi Warga Berpenghasilan Rp1 Juta/Bulan Hanya untuk Kota Semarang

Ilustrasi warga di tengah menjulangnya rusunawa. (Antara/Vitalis Yogi Trisna)
20 Juli 2018 21:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun rumah susun sewa (rusunawa) bagi warga yang bergaji di bawah Rp1 juta/bulan. Meskipun dialokasikan untuk dua wilayah, rusunawa itu untuk sementara hanya akan dibangun di Kota Semarang sebagai ibu kota Jateng.

Kepala Seksi Perumahan Umum, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemprov Jateng, Suprapta, mengatakan, saat ini, ketersediaan lahan sudah sangat sedikit sehingga bangunan vertikal seperti rusunawa menjadi solusi permukiman bagi warga. "Kita punya grand design membuat rusunawa yang insyaallah akan dibangun di Muktiharjo Lor dan Plamongan Sari. Itu khusus diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp1 juta," kata Suprapta, Jumat (20/7/2018).

Tokopedia

Dijelaskan, satu rusunawa yang dibangun lima lantai tersebut ditargetkan bisa menampung sebanyak 70 keluarga (KK), sehingga bisa mengurangi kepadatan pemukiman dan kekumuhan. "Satu twin blog bisa dihuni 70 kk. Kalau—katakanlah—sudah bisa bangun 10 rusunawa bisa selesaikan 700 KK. Ini sangat bagus, di samping juga bisa mengurangi kekumuhan yang ada, karena bangunannya vertikal," ujarnya.

Rusunawa itu, nantinya bisa dihuni warga dengan sistem sewa. Nilai tarif sewanya jika mengacu di Malang berkisar Rp100.000/bulan. "Sewa bulanan, yang sudah jalan di Malang, kami tanya untuk sewa Rp100.000/bulan. Tetapi akan melihat lagi kondisi warga, karena ini benar-benar bagi masyarakat yang tidak berdaya, sehingga harus benar-benar kita bantu," ucapnya.

Anggaran yang akan dikeluarkan untuk membangun satu rusunawa, menurutnya ditargetkan mencapai Rp20 miliar. "Realisasi 2020, karena masih melihat kondisi lahan, harus matang dulu, tahun besok DED, tahun 2020 pembangunan fisiknya," jelasnya.

Ditambahkan, Pemprov Jateng juga telah mempersiapkan program rumah khusus bagi para nelayan, buruh, dan tukang becak. "Kita ada rumah khusus juga untuk nelayan, buruh, tukang becak yang kita dorong ke Jepara," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis