Patenkan Abou Bakr, PSIS Tunggu Restu AC Tripoli

Striker asal Lebanon, Abou Bakr Al/Mel. (Instagram bako_77)
21 Juli 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – PSIS Semarang tinggal selangkah lagi mematenkan mantan top skor Liga Premier Lebanon, Abou Bakr Al-Mel, pada bursa transfer tengah musim Liga 1 Indonesia 2018. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu masih menunggu restu dari klub lama Abou Bakr, AC Tripoli, untuk memastikan kontrak pemain berusia 25 tahun itu.

“Secara teknik dan teknis, Abou Bakr sudah lolos dalam seleksi. Bisa dikatakan sudah 99% dia bakal bergabung dengan PSIS. Tinggal penandatanganan kontrak. Tapi, kami masih harus menunggu surat dari klub lamanya [AC Tripoli] untuk didaftarkan sebagai pemain PSIS,” ujar CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat (20/7/2018).

Yoyok menyebutkan secara performa, Abou Bakr telah memenuhi kriteria yang diinginkan Annese untuk mengisi barisan penyerang PSIS Semarang. Pemain yang sempat merumput bersama Kelantan FC di Liga Super Malaysia itu juga telah lolos tes kesehatan.

“Tapi secara kesepakatan dia belum menandatangani kontrak. Jadi, ya belum deal. Mungkin dalam satu atau dua hari kedepan kami. Nanti, kami akan kabari,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jateng itu.

Dilansir transfermarkt.com, Abou Bakr memang masih tercatat sebagai pemain AC Tripoli. Ia diikat kontrak AC Tripoli sejak 1 Januari 2018 hingga waktu yang tidak diketahui dengan nilai kontrak 175.000 euro atau Rp2,92 miliar per musim.

Sementara itu, jika Abou Bakr tinggal selangkah lagi bergabung dengan PSIS Semarang, kondisi berbeda justru dialami pemain trial lainnya asal Korea Selatan, Bang Seung-Hwan. Pemain berusia 35 tahun yang datang sejak Rabu (18/7/2018) itu bakal melakoni seleksi dan memilih pulang ke negara asal.

 “Padahal, Bang itu cukup berpengalaman dan bagus. Ia bisa tampil di beberapa posisi. Ia juga pernah tampil di Liga Champions Asia. Sayang, dia keburu pamit dan belum menjalani trial karena alasan keluarga,” tutur Yoyok.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya