Verifikasi Ijazah 691 Caleg Kota Semarang Butuh 2 Hari

Proses pendaftaran calon anggota legislatif di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Selasa (17/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
21 Juli 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Jumat (20/7/2018), melakukan verifikasi ijazah para calon anggota legislatif (caleg) yang dilampirkan saat mendaftarkan diri mengikuti Pemilihan Umum 2019. Dibutuhkan waktu setidaknya dua hari untuk melakukan verifikasi ijazah 691 caleg yang mendaftar.

"Setelah penutupan pendaftaran bacaleg pada 17 Juli lalu, tahapan sekarang ini verifikasi dan pencocokan data bacaleg," kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Tokopedia

Ia menyebutkan ada 691 caleg yang mendaftarkan dari 16 partai politik di Kota Semarang dengan melampirkan berbagai dokumen persyaratan, termasuk ijazah pendidikan. Menurut dia, verifikasi dan pencocokan data bacaleg, termasuk ijazah dilakukan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kota Semarang yang diperkirakan berlangsung selama dua hari.

"Nantinya, hasil dari verifikasi dan pencocokan data ini akan disampaikan kepada parpol. Diperkirakan, proses ini [verifikasi dan pencocokan data] sekitar dua hari," katanya lagi.

Berdasarkan hasil verifikasi dan pencocokan data, kata dia, parpol diberikan waktu untuk memperbaiki persyaratan caleg yang disertakan dalam pendaftaran bila diperlukan dijadwalkan berlangsung 22-31 Juli 2018. Parpol yang mendaftarkan calegnya untuk Pemilu 2019, diakuinya, sudah semuanya yakni 16 parpol mendaftarkan sesuai tenggat waktu pendaftaran hingga 17 Juli 2018.

"Kami tutup pendaftaran bacaleg pada 17 Juli 2018 pukul 24.00 WIB. Semuanya mendaftarkan bacalegnya, paling terakhir mendaftar Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) pukul 23.45 WIB," katanya pula.

Semua parpol sudah memenuhi persyaratan untuk kuota minimal bagi bacaleg perempuan, yakni 30% dari kuota 50 caleg dari enam daerah pemilihan (dapil) bagi masing-masing parpol. Henry mengatakan tidak seluruh parpol memaksimalkan kuota bacaleg yang disediakan 50 orang untuk enam dapil, tetapi tidak masalah karena hak dari parpol yang bersangkutan.

Selain itu, kata dia, seluruh parpol juga sudah menandatangani pakta integritas bahwa tidak ada bacalegnya yang mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba atau pernah menjadi pelaku kejahatan seksual anak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara