701 Calon Haji Risiko Tinggi Berangkat dari Semarang

Jemaah berada di Mina, Arab Saudi, pada pelaksanaan ibadah haji 2017. (Reuters/Suhaib Salem)
21 Juli 2018 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 701 calon haji dengan kategori risiko tinggi terkena penyakit akan diberangkatkan dari kloter Kota Semarang. Kepala Kementerian Agama Kota Semarang Muhammad Habib memastikan ratusan jemaah tersebut sudah lolos tes kesehatan yang dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, mayoritas jemaah berisiko tinggi mayoritas berusia 50-85 tahun. Terdapat 701 jemaah yang berusia 50-90 tahun yang termasuk berisiko tinggi. "Kami sudah melakukan cek kesehatan buat mereka dan semuanya dinyatakan sehat, meski dari pemerintah tetap memberikan perhatian khusus selama mereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah," ungkap Habib, Kamis (12/7/2018).

Dia menyatakan telah mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi kesehatan dengan baik sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar. Pemerintah Indonesia pun telah melarang calon haji yang kedapatan mengidap penyakit menahun seperti jantung dan ginjal.

"Sebab, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak menerima jemaah yang melakukan cuci darah. Pasti ditolak berangkat haji. Alatnya kan mahal. Penyelenggara haji di sana pasti kerepotan menangani hal-hal tersebut," ujar Habib.

Tercatat ada enam kloter jemaah yang akan berangkat dari Semarang. Keenam kloter itu adalah kloter 68-72, dan kloter pertama akan berangkat 5 Agustus 2018. Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang berangkat kali ini berkurang 15% menjadi 1.919 orang ketimbang tahun lalu yang mencapai 2.100 orang.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kemenag Kota Semarang Sumari menyebutkan ke-1.919 jemaah yang bertolak ke Tanah Suci tahun ini memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam. Sebanyak 457 orang adalah pegawai negeri sipil (PNS), petani 47 orang, pedagang 122 orang, TNI/Polri 43 orang, dan wiraswasta 548 orang. Tercatat ada 1.050 calon haji perempuan dan 869 jemaah pria.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis