BPS Sebut Makanan Paling Memiskinan Jateng

Warga beraktivitas di kawasan permukiman padat penduduk, Jumat (20/7 - 2018). (Antara/Aprillio Akbar)
21 Juli 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mengungkapkan pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 3,90 juta orang (11,32%), berkurang 329.000 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berjumlah 4,20 juta orang (12,23%). Komoditas makanan disebut paling berdampak pada pemiskinan penduduk provinsi ini.

Adapun persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 10,55%, turun menjadi 9,73% pada Maret 2018. "Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga turun dari 13,92% pada September 2017 menjadi 12,99% pada Maret 2018," kata Kepala BPS Jateng, Margo Yuwono, Senin (16/7/2018).

Selama periode September 2017 - Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 99,42 ribu orang (dari 1,82 juta orang pada September 2017 menjadi 1,72 juta orang pada Maret 2018). Sementara itu, di daerah perdesaan juga mengalami penurunan sebanyak 288.000 rang (dari 2,38 juta orang pada September 2017 menjadi 2,18 juta orang pada Maret.

Dijelaskan, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang. pendidikan, dan kesehatan). "Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,33%. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2017 yaitu sebesar 73,38%," ujarnya.

Sedangkan, jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek fillter, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, tempe, tahu mie instan, bawang merah dan kue basah. Sementara itu, lanjut dia, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan, kesehatan dan perlengkapan mandi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis