Light Rail Transit Semarang Dirancang Integrasikan Bandara dan Pusat Kota

Kawasan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah. (Bisnis.com)
21 Juli 2018 18:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang serius merancang light rail transit (LRT) untuk dibangun 2019 mendatang. Pemkot Semarang berharap moda transportasi anyar di ibu kota Jateng itu bisa beroperasi aman dan efisien menghubungkan bandara dan kawasan pusat kota.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, menjelaskan sejauh ini perencanaan LRT telah sampai pada tahap pembahasan konsep. Sejak mulanya, LRT Kota Semarang dirancang terintegrasi dari bandara menuju kawasan pusat kota.

"Tahap awal nanti akan dimulai dari Bandara Ahmad Yani yang baru menuju ke Pasar Bulu. Kebetulan kan bandara kita ini sudah bagus dan skala internasional. Ke depan tentunya akan terintergrasi ke Simpang Lima dan seterusnya," paparnya, Kamis (12/7/2018).

Irwansyah mengatakan, pembangunan LRT akan jadi fokus utama Pemkot pada 2019 nanti. Di sisi lain, pembangunan LRT juga termasuk untuk melengkapi transportasi massal yang terintegrasi dengan bandara. Selain itu, tersebut juga tercantum dalam Perda No. 14/2011 yang menyebut bahwa LRT menjadi salah satu proyek yang telah direncanakan sejak lama.

Menurut Irwansyah, kemungkinan terintegrasinya LRT Kota Semarang menuju kawasan Simpang Lima bukan sesuatu yang tidak mungkin. Kendati demikian, rencana integrasi tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahap awal pembangunan LRT. Pasalnya, pihaknya saat ini juga sedang menyusun penataan kawasan Simpang Lima.

"Saat ini sedang disusun penataan kawasan Simpang Lima dengan konsep underground dan konsepnya adalah superblock satu kawasan. Ini juga nantinya LRT akan terhubung. Di awal ini, saya pikir yang kita butuhkan ya dari bandara ke Pasar Bulu dulu. Nanti kalau perencanaan sudah jadi, baru kita bisa hubungkan dengan Simpang Lima," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian DP2K Semarang, Prof Sudharto mengatakan rencana pembangunan LRT Kota Semarang merupakan langkah bagus Pemkot Semarang dalam upaya mengurai kemacetan. Akan tetapi, Sudharto mengimbau kepada Pemkot Semarang untuk dapat belajar dari kota-kota lain dalam melaksanakan pembangunan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengambil langkah antisipasi pada problem yang akan muncul pada masa pengerjaan.

"Sosialisasikan. Masyarakat harus tahu bahwa akan ada pembangunan infrastruktur seperti ini, sehingga nanti akan terjadi kemacetan. Itu antisipasi. Seperti di Jakarta dulu awal-awal pembangunan kan muncul macet, dan ini segala pihak harus memperhatikan," jelasnya.

Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) itu menegaskan, Pemkot Semarang harus segera menyelesaikan perencanakan dan menyegerakan proses pembangunan. Pasalnya, moda transpotasi publik ini merupakan solusi yang tepat untuk masalah kemacetan, khususnya di kota besar seperti Semarang.

"Mumpung di Semarang belum macet dan penduduknya masih sekitar 1,7 juta, itu harus segera diantisipasi dan yang penting adalah transportasi publiknya, tidak ada cara lain," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis