Demak Bakal Punya Terminal Tipe A Senilai Rp47 Miliar

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (kiri) bersama Bupati Demak M. Natsir seusai groundbreking Terminal Tipe A di Kabupaten Demak, Jumat (20/7 - 2018). (Bisnis)
21 Juli 2018 21:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, DEMAK — Kementrian Perhubungan mengelontorkan Rp47 miliar untuk pembangunan terminal tipe A di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pembangunan terminal baru ini untuk mengakomodasi, masyarakat Jateng, khususnya di Kabupaten Demak, untuk melakukan perjalanan menuju Jawa Timur maupun sebaliknya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan, terminal tipe A tersebut memiliki luas 5 hektare. Pada tahun anggaran 2018 ini akan dilaksanakan tahap persiapan dan pekerjaan konstruksi lahan senilai Rp3,5 milyar rupiah. Pembangunan Terminal Tipe A Demak dilaksanakan secara multiyears selama tiga  tahun.

"Hari ini [Jumat 20/7/2018] kami mulai groundbreking bersama dengan Pak Bupati Kabupaten Demak. Terminal ini menjadi prioritas dari Kementrian Perhubungan untuk itu pembangunannya terus kami kebut. Kami juga upayakan supaya bisa lebih cepat, tidak perlu menunggu sampai tiga tahun, kalau di tahun kedua pembangunan sudah bisa selesai, tentu hal ini sangat baik,"  kata Budi saat melakukan groundbreking pembangunan Terminal tipe A di Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (20/7/2018).

Dikatan Budi, Terminal Penumpang Tipe A Demak sebagai salah satu terminal angkutan jalan di Indonesia yang merupakan simpul transportasi di Jawa Tengah, keberadaannya sangat didambakan oleh masyarakat di Provinsi Jawa Tengah khususnya kota Demak dalam mobilitas sehari-hari. Nantinya, setelah jadi, terminal tipe A tersebut akan diuji coba terlebih dahulu dan seperti apa realisasi bentuknya. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah setelah jadi bisa dikerjasamakan dengan swasta atau tidak.

"Setelah jadi kami akan melakukan ujicoba apakah terminal tipe A ini layak dikerjasamakan dengan swasta untuk memanfaatkan potensi yang ada di terminal tersebut," ucapnya. Budi juga berharap, dengan pembangunan terminal ini nantinya dapat meningkatkan kembali eksistensi moda jalan (Bus AKAP dan AKDP, Angkot) menjadi moda pilihan masyarakat yang sejajar dengan moda transportasi lainnya.

Sementara itu lanjut dia, Kemenhub sedang melakukan kerja sama dengan swasta untuk pengelolaan terminal di antaranya Terminal Mangkang Semarang, Harjamukti Cirebon, Tirtonadi Solo, dan Terpadu Merak.  Kerja sama yang dimaksud berupa optimalisasi fasilitas yang ada didalam terminal untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang peningkatan pemasukan Negara. Menurutnya hal tersebut juga dapat mendorong pergerakan roda perekonomian masyarakat di sekitar terminal.

Dia menambahkan, khusus untuk Terminal Tirtonadi saat ini masih dalam proses lelang. Pasalnya, belum ada kesepakatan dengan pihak manapun mengenai pemenang lelang.  "Yang Tirtonadi Solo sedang proses lelang, nanti akan dikelola swasta. Nanti diterminal itu ada mall, pusat bisnis. Ini merupakan langkah serius pemerintah dalam mengembangkan terminal agar lebih efisien," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis