Girder Jembatan Kali Kuto Runtuh, Operasional Tol Semarang-Batang Sesuai Jadwal

Pemudik melintasi Jembatan Kali Kuto di perbatasan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (13/6 - 2018). (Antara/Harviyan Perdana Putra)
22 Juli 2018 02:50 WIB Irene Agustine Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Insiden jatuhnya dua beton penyangga atau girder Jembatan Kali Kuto pada proyek jalan tol Semarang-Batang yang terjadi saat tahap konstruksi tidak memengaruhi rencana operasional jalan bebas hambatan tersebut.

PT Jasa Marga Semarang-Batang selaku pemilik proyek jalan bebas hambatan tersebut memastikan bahwa rencana pengoperasian jalan tol Semarang-Batang tetap dilakukan sesuai dengan target, yakni pada Desember 2018 mendatang. Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto mengatakan insiden jatuhnya dua beton penyangga tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap rencana penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada Oktober itu.

Khusus untuk Jembatan Kali Kuto, menurutnya, kontrak penyelesaiannya berakhir pada 25 September dan diperkirakan tidak molor. Pasalnya, proses evakuasi diperkirakan dapat rampung dalam sepekan dan setelah itu pembangunan bisa langsung dilaksanakan kembali.

“Dari timeline kami [insiden] ini tidak signifikan mengganggu penyelesaian konstruksi dan juga untuk penilaian kriteria fungsi jembatan karena memang dari target yang kami buat, ada floating time atau waktu-waktu yang kami alokasikan untuk mengakomodasi kejadian yang di luar rencana seperti jembatan ini,” ujar Arie ketika dihubungi Bisnis, Senin (16/7/2018).

Sebelumnya, dua baja penyangga balok (cross girder) pada proyek Jembatan Kali Kuto runtuh karena terjadinya ayunan dan kejut pada penggantung sementara pada posisi bagian ujung, yang dilepas dan akan digantikan dengan penggantung permanen. Arie mengatakan bahwa kedua baja penyangga beton tersebut nantinya akan dikaji apakah perlu penggantian atau bisa dipasang kembali.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis