Pedagang Ayam Temanggung Tak Jualan, Ini Alasannya...

Los pedagang daging ayam Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung lengang karena tidak ada pasokan. (Antara/Heru Suyitno)
23 Juli 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Para pedagang daging ayam ras di pasar tradisional Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mogok berjualan karena harga daging tersebut tidak kunjung turun.

Pedagang daging ayam di Pasar Kliwon Rejo Amertani Triyati di Temanggung, Minggu (22/7/2018), menuturkan pedagang tidak berjualan karena pemasok daging ayam dari tempat pemotongan hewan setempat berunjuk rasa di Magelang. "Tidak ada satu pun pemasok daging ayam yang berangkat berjualan, jadi kami tidak bisa berjualan," katanya.

Menurut dia unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemasok daging ayam ini karena harga ayam hidup terus melonjak. Biasanya pada kondisi normal harga ayam ras hidup berkisar antara Rp18.000/kg hingga Rp20.000/kg. Namun saat ini, harga ayam ras hidup dijual dengan harga Rp25.000/kg, bahkan informasi yang diterima oleh para pemasok daging ayam potong, harga ayam ras hidup akan naik lagi menjadi Rp30.000/kg.

"Hal ini yang membuat kesal para pemasok daging ayam potong, harga ayam ras hidup terus naik. Oleh karena itu mereka melakukan unjuk rasa," katanya.

Ia mengatakan tingginya harga ternak hidup ini sudah terjadi sejak bulan Ramadan lalu, kemudian puncaknya terjadi saat perayaan Idulfitri 1439 H. Harga tersebut hingga kini belum menyusut signifikan. Bahkan, katanya, harga ayam hidup cenderung mengalami kenaikan terus sehingga harga jual daging ayam juga ikut mengalami kenaikan.

Pedagang yang lain Nana menuturkan biasanya harga daging ayam potong akan mengalami penurunan harga setelah perayaan Idulfitri. Namun hingga saat ini harga ayam ras masih mahal. "Karena dari pemasok harganya belum turun, maka saat ini harga daging ayam juga belum turun," katanya.

Ia menyebutkan daging ayam masih dijual di atas Rp35 ribu per kilogram, padahal biasanya saat sudah menginjak sebulan pascalebaran harganya sudah normal kembali menjadi Rp30.000/kg. "Sekarang Lebaran sudah lewat sebulan lebih, tetapi harga daging ayam masih tinggi. Bagi pedagang ini cukup merugikan, karena daya beli menjadi rendah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara