Rutan Kudus Dirazia Mendadak Gara-Gara OTT KPK di Sukamiskin

Personel tim gabungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus dan Polres Kudus memeriksa barang penghuni Rutan Kudus, Minggu (22/7 - 2018) malam. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
23 Juli 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Tim gabungan personel Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus dan Polres Kudus, Minggu (22/7/2018) malam, melakukan razia penghuni maupun ruangan di Rutan Kudus sebagai tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Razia gabungan yang melibatkan 18 personel Polres Kudus bersama sejumlah personel Rutan Kudus itu dimulai Minggu pukul 19.00 WIB dengan memeriksa semua penghuni serta ruang sel di Rutan Kudus, termasuk ruang sel untuk anak-anak. Hasilnya, tim gabungan menemukan sebuah silet, 12 pemotong jenggot, enam gantungan pakaian, sendok, sabuk, ampelas, piring, mangkok dan gelas kaca, serta sejumlah korek api.

Tokopedia

Menurut Kepala Rutan Kelas II Kudus Budi Prajitno, razia gabungan ini dalam rangka melaksanakan perintah langsung agar seluruh LP dan Rutan melaksanakan razia terhadap barang-barang terlarang, seperti narkoba, telepon genggam dan senjata tajam. Razia malam ini, lanjut dia, juga bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kejadian seperti halnya di LP Sukamiskin.

Untuk itu, lanjut dia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jateng memastikan sel di Jateng harus sesuai dan tidak ada keistimewaan dan barang mewah. Sejumlah barang temuan dalam razia malam ini, katanya, akan disita, meskipun mayoritas bukanlah barang berbahaya.

"Kami juga akan memberikan pembinaan bahwa barang-barang yang dibawa penghuni masuk kategori boleh atau tidak sehingga nantinya tidak terulang," ujarnya.

Jumlah penghuni Rutan Kudus saat ini berjumlah 205 orang, meliputi narapidana sebanyak 129 orang dan tahanan sebanyak 76 orang. Dari ratusan penghuni, mayoritas merupakan laki-laki sedangkan penghuni perempuan tercatat hanya 11 orang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara