Hari Anak Nasional, Pemkot Semarang Ajak Anak Indonesia Gemar Mainan Tradisional

Seorang peserta tengah mengikuti lomba pidato bahasa Jawa di TBRS, Kota Semarang, Senin (23/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com - Imam Yuda S.)
23 Juli 2018 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Berbagai perlombaan seni dan budaya mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 di Kota Semarang, Senin-Kamis (23-26/7/2018).

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Nike Wijaya, mengatakan peringatan HAN di Kota Semarang kali ini mengambil tema Dolanan Sebagai Wadah Interaksi Sosial.

"Dengan tema itu kami ingin menggiatkan lagi permainan tradisional di kalangan anak-anak. Oleh karena itu, acara peringatan HAN kami isi dengan berbagai perlombaan tradisional yang mengusung seni dan budaya untuk anak-anak," tutur Niken saat dijumpai Semarangpos.com di sela acara lomba pidato bahasa Jawa di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang, Senin siang.

Lomba pidato bahasa Jawa, lanjut Niken, diikuti sekitar 30 pelajar dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Semarang. Masing-masing dari mereka berusaha menampilkan kemampuan berpidato dengan bahasa Jawa selama tujuh menit dengan mengenakan busana tradisional.

Selain pidato bahasa Jawa, peringatan HAN 2018 di Kota Semarang juga digelar dengan lomba lainnya, seperti macapat, tari Semarangan, pantomim, dan juga mewarnai.

Direktur Anantaka, selaku lembaga non-pemerintah, yang ditunjuk sebagai mitra penyelenggara peringatan HAN 2018 Kota Semarang, Ika Camelia, mengatakan peringatan HAN 2018 di Kota Semarang juga akan dimeriahkan dengan pameran permainan tradisional.

Ada sederet permainan tradisional, seperti halma, manca-macanan, sprentol dan lain-lain yang dipamerkan di kawasan TBRS, Kamis nanti.

"Kami prihatin saat ini banyak anak Indonesia yang lebih senang bermain gadget dibanding dolanan tradisional. Padahal, dengan permainan tradisional antaranak bisa menjalin interaksi. Oleh karena itu, di Hari Anak Nasional kami ingin menggiatkan kembali permainan tradisional yang mengasyikan," ujar Ika.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya