Perundungan Dianggap Bukan Kenakalan Biasa, DP3AKB Jateng Sosialisasi ke Sekolah-Sekolah

Ilustrasi kampanye setop perundungan. (wblk.com)
24 Juli 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah meminta masyarakat tidak menganggap remeh persoalan perundungan. DP3AKB mencoba menanamkan pengertian bahwa perundungan bukanlah kenakalan biasa di kalangan anak-anak.

Diakuinya, perundungan bukanlah bentuk kekerasan fisik. "Perundungan masih dianggap sebagai kenakalan anak biasa, padahal itu berbeda dengan kekerasan, perundungan adalah sesuatu yang dapat merendahkan harkat martabat anak, dampaknya bisa ke ranah fisik, dan dilakukan secara berulang-ulang," papar Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3AKB Jateng Siti Ilma Patriyani di Kota Semarang, Senin (23/7/2018).

Tokopedia

Ia mengakui praktik perundungan yang terjadi terhadap anak di Jateng masih sulit untuk dicegah dan diantisipasi karena merupakan salah satu bentuk perilaku mengganggu anak lain atau korban dengan ejekan atau kata-kata yang menyudutkan terhadap anak yang lebih lemah serta dilakukan berulang-ulang. Pencegahan perundungan, menurut dia, terus dilakukan dengan menanamkan pola pikir baru itu melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah.

DP3AKB Jateng beralasan sosialisasi itu dilakukan demi menciptakan sekolah ramah anak. Dengan sosialisasi antiperundungan tersebut diharapkannya muncul kesadaran pada anak-anak untuk bersikap ramah dan saling mendukung kepada para anak seumurannya.

"Kami mencari agen perubahan, yaitu anak-anak yang kami latih menjadi pelopor dan pelapor, artinya anak-anak ini mempunyai kepedulian kepada sebayanya, memberikan pendidikan, serta melakukan pencegahan perundungan di tingkat teman-temannya," tukasnya.

Ia mengharapkan masyarakat bisa lebih aktif lagi dan berani melaporkan jika menemukan kasus perundungan di sekolah maupun kalangan masyarakat umum. "Jika didapati praktik-praktik perundungan, mereka harus memiliki keberanian melaporkan kepada kami atau gurunya di sekolah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara