Ganjar Pranowo Akui Perlunya Pengaturan Manajemen Transportasi Bandara Semarang

Ganjar Pranowo. (Instagram/ganjar_pranowo)
25 Juli 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui perlunya pengaturan manajemen transportasi di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Ia pun meminta manajemen transportasi, khususnya terkait penyediaan dan pelayanan transportasi, di bandara Semarang itu diatur lebih rapi.

"Kalau bisa kita mengatur manajemen transportasi secara bersama sehingga nanti kalau ada yang kerja sama ya kerja sama, kalau harus memenuhi syarat ya syaratnya dipenuhi sehingga bisa berjalan lancar," katanya di Kota Semarang, Jateng, Senin (23/7/2018).

Ganjar mengapresiasi mulai beroperasinya taksi berargometer dari beberapa perusahaan penyedia taksi di Bandara internasional Ahmad Yani Semarang sebagai upaya mengantisipasi praktik monopoli taksi. Dengan demikian, penumpang pesawat terbang yang hendak meninggalkan bandara mempunyai beberapa pilihan armada taksi sesuai kebutuhan karena tidak lagi dimonopoli taksi bandara.

"[Taksi berargometer] sudah masuk, harapan kita bus juga bisa masuk ke bandara sehingga nanti masyarakat—yang maaf—masuk kategori kurang mampu bisa mengunakan bus," ujarnya.

Ganjar sebelumnya telah meminta PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola Bandara internasional Ahmad Yani Semarang untuk merealisasikan rencana membuka peluang kemitraan dengan seluruh perusahaan penyedia taksi sesuai kualifikasi melalui mekanisme lelang terbuka. Ia menegaskan tidak boleh ada monopoli pada penyediaan pelayanan taksi di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Hingga saat ini yang bisa mengangkut penumpang dari Bandara internasional Ahmad Yani Semarang adalah taksi Bandara Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) S-16, Bus Trans Semarang, dan rental mobil dari TRAC serta Blue Bird. Insiden tidak menyenangkan terkait penghadangan taksi non-resmi bandara yang dialami oleh Nathalie di Bandara internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (15/7/2018), mengungkap kenyataan buruknya manajemen transportasi bandara itu.

Melalui media sosial Facebook dengan akun Nathalie Nathalie, perempuan asal Semarang itu menceritakan pengalaman tidak mengenakkan dan praktik premanisme oleh aparat keamanan bandara saat menumpang taksi Blue Bird. Ia memanfaatkan taksi yang baru mengantarkan penumpang di bandara tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara