Infrastruktur Gas Cirebon-Semarang Tertunda Sejak 2006

Ilustrasi pemeriksaan instalasi gas. (Bisnis/Dwi Prasetya)
25 Juli 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) memeriksa alat penurun tekanan gas alam terkompresi (CNG), di Semarang, Jateng, Kamis (15/9/2016). (Foto: ANTARA/R. Rekotomo)

Semarangpos.com, SEMARANG — Infrastruktur pipa gas ruas Cirebon-Semarang belum bisa dibangun sejak 2006 oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) karena material yang disalurkan belum ada. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah hanya bisa mendesak PT Rekind selaku pemenang lelang proyek Badan Pengelola Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tersebut.

Tokopedia

"Kami sudah meminta PT Rekind untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur, tapi jawaban mereka belum bisa membangun karena material yang disalurkan belum ada, kami tidak bisa apa-apa, sebab yang melelang BPH Migas bukan kami," ungkap Kepala Dinas ESDM Jateng Dwi Paryono di Semarang, Selasa (24/7/2018).

Sejak dilelangkan pada 2006 dengan pemenang lelang PT Rekind, proyek pembangunan infrastruktur pipa gas ruas belum juga terealisasi hingga sekarang. Terkait dengan proyek tersebut, Pemprov Jateng melalui salah satu Badan Usaha Milik Daerah, yakni PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, telah melakukan kesepakatan dengan PT Rekind untuk bersama membangun infrastruktur, mencari pembeli, hingga operasional sampai ke pengguna gas.

Menurut Teguh, bola pembangunan infrastruktur pipa gas ruas Cirebon-Semarang sekarang ada di BPH Migas. Jika BPH Migas menilai pemenang lelang tidak melaksanakan kewajibannya, kata dia, maka proyek pembangunan infrastruktur pipa gas tersebut bisa dilakukan lelang ulang. "BPH Migas harus mendesak PT Rekind, kalau tidak sanggup, cabut saja dan ada mekanisme untuk proses lelang lagi," ujarnya.

Jika dilihat dari pasokan dan kebutuhan gas industri, kata dia, masih lebih tinggi kebutuhannya, apalagi jika nanti jaringan pipa ke industri sudah terhubung semuanya. Harga gas yang lebih murah daripada bahan bakar minyak (BBM) itu menjadi daya tarik bagi industri.

Pemprov Jateng sendiri telah memfasilitasi rencana pembangunan tersebut, mulai saat penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan hingga mempertemukan PT SPJT dengan PT Rekind yang siap bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur pipa gas Cirebon-Semarang hingga operasionalnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu yang melakukan kunjungan kerja ke kantor Perusahaan Gas Nasional Area Semarang dan menilai kondisi infrastruktur gas di Jateng terbilang memprihatinkan. Kalangan legislator pun mendesak agar BPH Migas segera menyelesaikan jaringan infrastuktur pipa gas yang telah dilelang sejak 2006.

Menurut Gus Irawan, PGN siap mendistribusikan gas ke masyarakat, namun dengan catatan infrastuktur pipa harus diselesaikan terlebih dahulu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara