Kadin: Jateng Butuh Industri Penunjang Manufaktur

Ilustrasi industri berbahan baku benang. (Bloomberg/David Paul Morris)
25 Juli 2018 15:50 WIB Lucky Leonard Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Jawa Tengah (Jateng) perlu mengembangkan industri penunjang demi meningkatkan daya saing produk-produk manufaktur yang dihasilkan. Diperlukan pula sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menunjang pengembangan industri manufaktur tersebut.

Wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Bernardus Arwin mengingatkan produk-produk manufaktur kini menjadi unggulan Jateng. Hampir 2/3 ekspor Jateng disumbang dari sektor industri manufaktur tersebut.

"Jateng kuat di manufaktur. Ini jadi target menarik bagi investor dan perlu kita dorong terus," ujarnya sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (25/7/2018).

Namun, dia menilai dukungan industri penunjang dalam negeri masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, konten barang-barang penunjang umumnya masih impor.

"Yang dibutuhkan bukan hanya industri utamanya saja, tapi juga industri penunjangnya. Supporting industry kita masih banyak impor, sehingga mengurangi nilai competitiveness dari produk akhir kita," katanya.

Menurutnya, apabila bahan baku industri manufaktur bisa dihasilkan di dalam negeri, maka ongkos produksi pun bisa semakin efisien. Sayangnya, imbun dia, momentum kurs mata uang yang tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh eksportir produk-produk manufaktur dari dalam negeri. Pasalnya, bahan bakunya masih banyak yang impor.

"Dari kurs, eksportir gak serta merta untung gede karena tergantung local content," tuturnya.

Arwin juga menyoroti perlunya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menunjang pengembangan industri manufaktur di Jateng. Dia mencontohkan beberapa perusahaan telah merelokasi pabriknya ke Jateng. Namun, pemenuhan tenaga terampil masih belum memadai. Di sisi lain, masih ada angka pengangguran yang melebihi jumlah kekosongan tenaga terampil tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis