Atikoh Minta Usia Pernikahan Disesuakan UU Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh. (Antara/Wisnu Adhi N.)
25 Juli 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti Ganjar Pranowo meminta agar usia pernikahan diatur berdasarkan definisi anak dalam UU Anak. Batasan anak dalam UU tersebut adalah di bawah 18 tahun.

"Sebaiknya diklopkan antara Undang-Undang Anak dan Undang-Undang Pernikahan, syukur-syukur kalau batasan usia menikah dilihat dari usia optimal anak melahirkan sehingga tidak ada lagi pemberian dispensasi pernikahan karena faktor tertentu, seperti hamil sebelum nikah," kata Siti Atikoh di Kota Semarang, Jateng, Rabu (25/7/2018).

Ia mengungkapkan saat ini pernikahan anak masih menjadi fenomena global. Padahal pernikahan anak sangat berisiko terhadap kematian ibu maupun bayi karena secara anatomi, rahim anak masih belum siap dibuahi.

Selain itu, kematangan emosi pasangan di bawah umur pun masih belum stabil. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan, termasuk gizi, dan kemampuan ekonomi yang belum memadai memperbesar risiko pernikahan anak.

Istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu berharap pernikahan anak dihindari oleh semua pihak dengan memberikan pemahaman kepada anak mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan di usia muda. "Di sisi lain, orang tua pun memiliki peran besar dalam pencegahan pernikahan anak dengan tidak membiarkan anak terjerumus pada pergaulan bebas," ujarnya.

Upaya pemerintah untuk membuka akses pendidikan murah, termasuk membuka akses luas bagi warga miskin untuk mendapat pendidikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM), kata dia, sebenarnya merupakan salah satu cara untuk menekan pernikahan anak. "Dengan berpendidikan, mereka akan berupaya menggapai cita-cita yang tinggi sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk bergaul secara bebas dan melanggar norma-norma di masyarakat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara