Batang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Jelang Musim Kemarau Panjang

ilustrasi kekeringan. (Solopos/Dok.)
26 Juli 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang melakukan pemetaan sejumlah wilayah rawan kekeringan menyusul munculnya prediksi musim kemarau tahun ini bakal berlangsung relatif lama. Antisipasi dilakukan meskipun Batang belum pernah kekeringan sejak 2015.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi mengakui otoritas Pemkab Batang telah meninjau kondisi sungai di sejumlah wilayah yang kini sudah menurun debit airnya. "Kami sempat melakukan pengamatan visual di sejumlah sungai, yaitu di wilayah Kecamatan Tersono, Bawang, dan Wonotunggal. Berdasar pengamatan kita simpulkan bahwa sudah ada tanda masuknya musim kemarau karena debit air sungai mulai turun," katanya di Batang, Jawa Tengah, Rabu (25/7/2018).

Kendati demikian, sambung dia, hingga kini Pemkab Batang belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kekeringan di wilayah setempat. "Hingga kini belum ada laporan dari masyarakat terhadap kekeringan lahan pertanian maupun kekurangan pasokan air bersih," katanya.

Ia mengatakan selama kurun waktu dua tahun terakhir ini, wilayah Kabupaten Batang tidak pernah dilanda bencana kekeringan. "Kekeringan yang melanda wilayah ini terjadi 2015 meski tidak begitu parah. Setelah itu belum pernah terjadi lagi," katanya.

Beberapa wilayah yang dilanda kekeringan pada 2015, yaitu Desa Sukomangli, Kecamatan Reban, Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar, dan Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah. "Akan tetapi, meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, belum ada satu pun laporan dari masyarakat yang mengajukan droping air bersih. Ketersediaan air bersih masih cukup," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara