Unissula Abaikan Ancaman Ormas PGN, Pengajian Ustaz Abu Somad Tetap Digelar

Ustaz Abdul Somad. (Solopos.com/Dok.)
26 Juli 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pihak Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Kota Semarang tetap akan menggelar pengajian dengan penceramah Ustaz Abdul Somad, Senin (30/7/2018). Meskipun agenda pengajian itu mendapat penolakan dari organisasi masyarakat (ormas), Patriot Garuda Nusantara (PGN).

Kepala Divisi Humas Unissula, Nurkholis, tidak akan mengindahkan protes ormas PGN itu. Meskipun PGN mengancam akan melakukan aksi penolakan jika pengajian dengan penceramah Ustaz Abdul Somad di Auditorium Kampus Unissula, Jl. Raya Kaligawe Km. 4 Kota Semarang itu tetap digelar.

"Lo kenapa enggak jadi? Acara itu sudah kami jadwalkan sejak lama. Kami juga sudah kantongi izin dari kepolisian. Jadi kenapa mesti takut dan membatalkan acaranya?" ujar Nurkholis saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (26/7/2018).

Nurkholis menilai Ustaz Abdul Somad merupakan penceramah dan guru agama yang baik. Ia bahkan kerap mengisi acara pengajian di sejumlah stasiun televisi swasta.

"Acara Ustaz Abdul Somad itu tidak mengganggu masyarakat umum. Jadi kenapa harus dilarang-larang? Aparat keamanan saja mengizinkan kok. Mereka bahkan siap memberikan pengawalan agar acaranya nanti berlangsung lancar dan aman," beber Nurkholis.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji, mengaku telah menerima permohonan izin keamanan terkait pengajian Ustaz Abdul Somad itu. Saat dihubungi Semarangpos.com, ia bahkan membantah jika akan ada pelarangan terkait acara itu, seperti yang diharapkan Ormas PGN.

"Kata siapa ada pelarangan?" tulis Kapolrestabes dalam pesan singkat melalui aplikasi short message service (SMS) kepada Semarangpos.com.

Selain mengizi acara tabliq akbar di Kampus Unissula Semarang, Abdul Somad juga dijadwalkan menjadi penceramah di beberapa lokasi di Semarang selama dua hari, Senin-Selasa (31/7/2018). Beberapa lokasi itu, yakni Lapangan Leboh Raya Pedurungan serta Masjid Jatisari BSB Mijen.

Sebelumnya, penolakan terkait kehadiran Ustaz Abdul Somad muncul dari PGN melalui sebuah surat yang ditujukan ke Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, dan beberapa pejabat di Kota Semarang. Dalam surat yang ditandatangani Panglima Tertinggi PGN, Kiai Nuril Arifin, menyebutkan alasan penolakan terhadap acara Ustaz Abdul Somad.

Mereka menolak Abdul Somad karena dianggap radikal dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. PGN juga meminta agar aparat kepolisian tidak memberikan izin pengajian bertajuk Tabliq Akbar: Islam Rahmatan Lil'alamin, Antara Multikulturalisme, Keislaman dan Keindonesiaan itu.

"Apabila Sdr. Abdul Somad tetap hadir menjadi pembicara dalam acar tersebut, kami Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jateng akan melakukan aksi perlawanan. Kami sangat mencintai Kota Semarang dan tidak rela kota ini diwarnai keresahan," tulisnya di surat itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya