China Investasikan US$2,54 Miliar ke Jateng

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko (tengah) didampingi Bupati Kendal Mirna Annisa menyerahkan cendera mata kepada Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun (kanan) di Wisma Indonesia KBRI Beijing, Selasa (24/7 - 2018) malam. (Antara/M. Irfan Ilmie)
26 Juli 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BEIJING — Perusahaan baja asal, China Hebei Bishi Steel Group, berkomitmen menginvestasikan dana US$2,54 miliar di Provinsi Jawa Tengah. "Itu investasi untuk tahap pertama di Kendal," ungkap Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko kepada Kantor Berita Antara di Beijing, Selasa (24/7/2018) malam.

Investasi tahap pertama itu meliputi pabrik baja berkapasitas tiga juta ton, batu bara panas (coking coal) berkapasitas 2,4 juta ton, pembangkit listrik berkapasitas 270 mW, dan fasilitas pendukung dermaga dengan kapasitas 100 DWT. Dalam menginvestasikan dananya itu, Hebei Bishi Steel Group yang berkedudukan di Tangshan, Provinsi Hebei menggandeng mitra lokalnya di Indonesia, PT Seafer Kawasan Industri.

Tokopedia

"Jateng salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Pengusaha China yang ingin investasi, kami siap mengawal sampai berhasil," kata Heru saat menghadiri jamuan makan malam di Wisma Indonesia Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing atas undangan Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.

Selain menyediakan infrastruktur yang cukup memadai, pihaknya di depan para pengusaha China itu juga berjanji akan mempermudah proses perizinan. "Sukses investor, sukses kita bersama. Sukses pembangunan, sukses masyarakat juga," ujar Heru yang dalam kesempatan itu didampingi Bupati Kendal Mirna Annisa.

Sementara itu, Direktur Hebei Bishi Industry Group Deng Ji berharap bisa segera merealisasikan investasi di wilayah kawasan industri Seafer Kendal Jateng itu. "Penandatanganan kesepakatan bersama telah kami lakukan. Kami ingin segera merealisasikannya. Bahkan kalau bisa kami ingin berinvestasi lebih banyak lagi di Jawa Tengah," katanya sebagaimana dipublikasikan Antara, Rabu (25/7/2018).

Menurut dia, investasinya di Jateng itu merupakan salah satu proyek percontohan China dalam kerangka inisiatif Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 (Belt and Road) di Indonesia.

Presiden Direktur PT Seafer Kawasan Industri Harry W. Sudarwo mengaku telah mempersiapkan lahan seluas 700 hektare yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. "Lahan sudah kami persiapkan. Izin juga sudah kami kantongi," ujar pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, itu.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara Hebei Bishi Industry Group dan PT Seafer Kawasan Industri dilakukan di Beidahe, Provinsi Hebei, Senin (23/7/2018), dengan disaksikan Dubes Djauhari, Wagub Jateng, dan Bupati Kendal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara