Semarang Tuan Rumah Asean School Games 2019

Ilustrasi medali kejuaraan olahraga. (Gloceries.asda.com)
27 Juli 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SELANGOR — Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, bakal menjadi tuan rumah pelaksanaan ASEAN School Games (ASG) 2019 setelah adanya penyerahan bendera kejuaraan tersebut pada penutupan kejuaraan khusus pelajar Asia Tenggara di ICC Selangor, Malaysia, Kamis (26/7/2018).

Penyerahan bendera kejuaraan tersebut dilakukan perwakilan ASC kepada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana selaku perwakilan Indonesia. Penutupan ASG 2018 dilakukan oleh Dato' Menteri Besar Selangor Amirudin bin Shari.

Penyelenggaraan kejuaraan olahraga khusus pelajar Asia Tenggara kesebelas itu akan mempertandingkan cabang olahraga yang hampir sama dengan di ASG ke-10 di Selangor, Malaysia. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia berhak memasukkan satu cabang olahraga pilihan meski ada beberapa aturan yang harus dipenuhi.

"Ada sembilan cabang yang akan dipertandingkan di ASG 2018, yaitu bulu tangkis, atletik, bola voli, basket, renang, sepak takraw, tenis dan tenis meja. Ada satu cabang pilihan tuan rumah. Untuk itu [dalam ASG 2019 di Semarang], kami memilih pencak silat," kata Asdep Pembibitan dan Iptek Kemenpora, Washinton di sela-sela penutupan ASG 2018.

Pemilihan cabang olahraga pencak silat ini juga sudah diterima oleh calon negara pesera. Hak memasukkan satu cabang olahraga pilihan sebelumnya juga dilakukan oleh Malaysia. Negeri Jiran ini memilih cabang olahraga squash. Hasilnya, tim tuan rumah tampil dominan dengan peraihan enam medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu di cabang olahraga itu.

"Meski kita memilih cabang olahraga yang akan dipertandingkan, jumlah nomor pertandingan tidak boleh lebih dari sepuluh," kata Washinton menambahkan.

Sesuai dengan rencana, ASG 2019 akan dipusatkan di kompleks olahraga Stadion Jatidiri Semarang. Selain itu juga akan menggunakan beberapa lokasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Perwakilan tuan rumah, Kota Semarang, juga sudah melakukan studi banding ke Selangor selama ASG 2018 berlangsung.

"Persiapan untuk pelaksanaan ASG 2019 sudah kami lakukan termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Semarang yang akan menjadi tuan rumah. Intinya semuanya siap mendukung. Kami ucapkan selamat datang para peserta di Indonesia," kata Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana.

Sementara itu, pada ASG 2018, kontingen Indonesia sukses melampaui target yang ditetapkan Kemenpora meskipun akhirnya harus puas duduk di posisi kedua klasemen akhir dengan 31 medali emas, 36 medali perak, dan 31 medali perunggu. Jumlah tersebut melebihi target yaitu 26 emas. Sedangkan pemuncak klasemen adalah Malaysia dengan 37 emas, 34 perak dan 31 perunggu.

Pada kejuaraan tahunan ini Indonesia turun di delapan dari 10 cabang olahraga yang dipertandingan. Dari jumlah tersebut hanya empat cabang saja yang meraih emas yaitu bulu tangkis empat emas, atletik delapan emas, renang 15 emas dan senam empat emas.

Sedangkan cabang olahraga yang gagal meraih emas meski awalnya ditarget adalah bola voli yang harus puas dengan medali perak baik di sektor putra dan putri, squash harus puas dengan perak, sepak takraw perak dan bola basket cukup jauh dari harapan karena pulang ke Indonesia tanpa medali.

Dengan menjadi tuan rumah pada ASG 2019, Indonesia diharapan mampu menjadi juara umum mengingat pada kejuaraan yang sama di Surabaya pada 2012, harus puas di posisi kedua di bawah tim kuat Thailand. Indonesia justru menjadi juara umum pada ASG 2015 di Brunei Darussalam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara