Lalu Lintas Jl. Thamrin Semarang Kembali Searah

Sejumlah kendaraan melintas di Jl. Thamrin Kota Semarang, Jumat (27/7 - 2018), diberlakukan secara menyeluruh satu arah. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
27 Juli 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kembali memberlakukan sistem satu arah di Jl. Thamrin, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tepatnya dari perempatan Kampung Kali menuju Jl. Pandanaran, mulai Jumat (27/7/2018).

Arus kendaraan di perempatan Kampung Kali hingga simpang KFC atau Jl. Pandanaran semula sempat diberlakukan satu arah pada akhir 2017 lalu. Namun, awal 2018 arus lalu lintas di jalan tersebut diberlakukan dua arah.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan pemberlakuan satu arah itu merupakan hasil evaluasi dan kajian yang dilakukan pihaknya selama ini. “Kemarin kami berlakukan dua arah sebagai jalur evakuasi untuk mengurangi penumpukan kendaraan ke Simpang Lima. Namun, ternyata langkah itu kurang efektif karena masih banyak pengendara yang memilih melewati Jalan Pandanaran menuju Simpang Lima. Maka, kami kembalikan seperti semula,” ujar Ardi saat dijumpai wartawan di Jl. Thamrin, Jumat siang.

Pihak kepolisian dan Dishub Kota Semarang saat ini telah memasang rambu-rambu satu arah dan laranan belok kiri dari arah Tugu Muda di sekitar Jl. Thamrin agar tidak membingunkan pengendara. Alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau traffic light dan median jalan juga telah dipasang sebagai kanalisasi kendaraan yang akan menuju arah Tugu Muda (kanan) atau Simpanglima (kiri).

Sementara itu, terkait rekayasa lalu lintas di ujung Jl. Pandanaran, tepatnya arah lingkar Simpang Lima, Kasatlantas Polrestabes Semarang mengaku dalam waktu dekat akan memasang traffic light. Rambu lalu lintas itu diharapkan bisa menceah ketersendatan arus lalu lintas, terutama di lingkar Simpang Lima.

 “Nanti akan kami komunikasikan lebih lanjut. Kami sudah merekomendasikan ke Dishub untuk menyediakan traffic light. Ini masih sekedar sounding dulu, kami wacanakan ke masyarakat,” ujar Ardi.

Selama ini, pengaturan terhadap ketersendatan arus lalu lintas di lingkar Simpang Lima masih dilakukan secara manual oleh para petugas. Menurut Ardi ketersendatan itu sudah menjadi permasalahan klasik, terutama saat jam sibuk.

“Proses rekayasa lalu lintas ini memang sering berubah-ubah mengingat dinamika perkembangan situasi yang sangat dinamis di Kota Semarang. Hal ini semata-mata kami laksanakan demi terciptanya keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” terang Ardi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya