Ormas Penolak Ustaz Abdul Somad Wajibkan Lagu Indonesia Raya

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara Iwan Cahyono bersama sejumlah ormas menyatakan penolakan pengajian Ustaz Abdul Somad di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/7 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
27 Juli 2018 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang menolak pengajian Ustaz Abdul Somad di Kota Semarang menetapkan indikator sendiri untuk mengetahui tingkat radikalisme massa.

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Iwan Cahyono yang didampingi sejumlah aktivis ormas dan OKP Kota Semarang, Jumat (27/7/2018), memaparkan indikator di hadapan wartawan di Mapolrestabes Semarang. Penolak Ustaz Abdul Somad di Semarang memang kini bukan hanya PGN, tetapi juga Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI), Laskar Merah Putih, bahkan Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Kota Semarang.

Tokopedia

Dipaparkan Iwan Cahyono, ada gerakan masif yang dilakukan orang-orang yang tidak legawa HTI dibubarkan dan kini terlibat dalam pengajian yang bakal diisi Ustaz Abdul Somad. Karena itu, jika polisi memang memberi izin atas kegiatan itu namun tak mampu menjamin tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran radikal di pengajian itu, maka ia mengancam akan bergerak.

Menurut dia, ormas dan OKP akan bergerak jika pengajian Ustaz Abdul Somad itu memuat pemikiran radikal. Indikasi pemikiran radikal menurut ormas PGN, FKPPI, Laskar Merah Putih, serta Banser NU Kota Semarang, sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, rupanya adalah dinyanyikannya lagu Indonesia Raya.

Menurut mereka, pengajian wajib dibuka dengan lagu kebangsaan itu. Ketua Umum PGN Iwan Cahyono bahkan menegaskan siap membubarkan pengajian tersebut jika nantinya diketahui tidak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, termasuk jika Ustaz Abdul Somad tidak ikut menyanyi. "Kami akan datangi, lihat dan merekam kegiatan itu detik per detik," ancamnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara