Jateng Pacu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Hingga 100%

Warga tengah mengantre pelayanan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Jateng. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
28 Juli 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga mencapai 100%, baik untuk kalangan pekerja formal maupun nonformal. Baru 2.000 dari 23.000 perusahaan di Jateng yang telah mendaftarkan pekerjanya.

"Saat ini posisi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 94% untuk yang formal, artinya bekerja di perusahaan. Sedangkan yang nonformal masih jauh di bawah itu," aku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang, seusai rapat pelaksanaan pengawasan terpadu dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertrans Provinsi Jateng di Kota Semarang, Kamis (26/7/2018).

Upaya-upaya diklaimnya telah dilakukan Disnakertrans Jateng untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Antara lain dengan menjaring perusahaan yang belum mengikutsertakan pekerjanya sama sekali atau sudah, tapi baru sebagian.

"Kami dorong perusahaan untuk mengikutsertakan seluruh pekerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan, dan melakukan sosialisasi ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja atau kematian, maka perusahaan harus membayarkan seluruh hak-hak dari pekerja yang bersangkutan, kami hitungkan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Ia mengungkapkan kendala yang menyebabkan tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja belum mencapai 100% adalah beberapa perusahaan meminta adanya pentahapan. "Jadi katakanlah, setengah tahun ini sekian [pekerja yang diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan] dulu, sisanya pada periode berikutnya," katanya.

Guna kepentingan perbaruan data jumlah pekerja yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan, Disnakertrans Jateng mendorong perusahaan untuk memberikan keterangan secara online melalui aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan. "Pengisian data-data perusahaan, termasuk jumlah pekerja yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, secara daring dimulai April 2018, dan di Jateng yang sudah mengisi baru 1.500-2.000 dari 23.000 lebih perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 1,7 juta orang," ujarnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY, Moch. Triyono mengapresiasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara pihaknya dengan Disnakertrans Provinsi Jateng. "Kami akan bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, masih ada kekurangan sekitar 6%," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara