Ratusan Pertamini Ilegal Tumbuh di Batang

Perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan mesin pompa mini atau pertamini di Batang, Jateng. (Antara/Kutnadi)
28 Juli 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Ratusan pedagang bahan bakar minyak (BBM) dengan mesin pompa mini atau dikenal dengan sebutan pertamini merebak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Padahal usaha itu ilegal karena belum memiliki izin operasional.

Meski demikian, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti, mengakui pemerintah belum memiliki dasar untuk menertibkan keberadaan penjual bensin eceran itu. Padahal, usaha semacam itu jelas melanggar UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas).

"Kami memastikan pendirian usaha pertamini itu tidak mengantongi izin usaha karena memang belum ada regulasi yang mengaturnya. Jika warga nekat membuka usaha tersebut bisa dinyatakan usaha itu berdiri secara ilegal," kata Dewi Wuriyanti di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (26/7/2018).

Menurut dia, saat ini, pemerintah belum mempunyai dasar untuk menertibkan keberadaan penjual bensin eceran dengan menggunakan mesin pompa mini. Selama ini, lanjut dia, jajaran Pemkab Batang hanya melakukan monitoring dan pembinaan saja kepada para pemilik pertamini sehingga mereka melengkapi tempat usaha dengan peralatan keamanan.

"Pada monitoring yang dilakukannya secara berkala itu, kami melihat banyak pemilik usaha BBM itu yang tidak melengkapi peralatan keamanan, seperti halnya alat pemadam kebakaran," katanya.

Selain tidak memiliki izin operasional dan kelengkapan alat keamanan, kata dia, banyak pengecer BBM dengan menggunakan mesin pompa mini ini tidak memiliki standar takaran. “Usaha mereka tidak bisa dilakukan uji tera seperti pada Pertamina," katanya.

Manager Communication and CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan Daerah IstimewaYogyakarta, Andar Titi Lestari, mengatakan penjualan BBM seperti itu tergolong ilegal. Selain tidak mempunyai izin usaha, kata dia, penjualan BBM model seperti itu melanggar sejumlah aturan baku yang disyaratkan oleh Pertamina seperti standar harga jual, standardisasi mengenai dispensernya, nozzle maupun kualitas BBM-nya.

"Usaha pertamini ini sudah jelas ilegal karena pada aturan disebutkan untuk melakukan kegiatan usaha niaga hilir minyak dan gas harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah," tegas dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara