Unissula: Ustaz Abdul Somad Bukan Ulama Radikal!

Ilustrasi upacara bendera di kampus Unissula Semarang. (Unissula.ac.id)
28 Juli 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menegaskan undangan kepada Ustaz Abdul Somad untuk mengisi tablig akbar adalah karena menilainya sebagai sosok ulama yang berwawasan kebangsaan bagus dan bukan ulama radikal.

"Unissula sudah melakukan proses pengkajian untuk mengundang Ustaz Abdul Somad sebagai penceramah selama enam bulan terakhir," kata Ketua Panitia Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad di Unissula, Winanto, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018).

Pengajar Fakultas Hukum (FH) Unissula itu menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan, Unissula menyimpulkan Ustaz Abdul Somad sebagai sosok ulama yang memiliki pandangan dan wawasan yang sangat luas, termasuk wawasan kebangsaannya. Bahkan, kata dia, belum lama ini Ustaz Abdul Somad juga diundang untuk mengisi pengajian di Masjid Istiqlal Jakarta yang dihadiri oleh Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla dan Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin.

"Beliau juga pernah diundang mengisi pengajian di Mabes TNI Angkatan Darat. Kemarin, pengajian di Gubug, Grobogan. Tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian masyarakat bahwa beliau adalah penyebar ajaran radikal," katanya.

Tablig akbar yang rencananya digelar Unissula, Senin (30/7/2018) juga mengangkat tema "Islam Rahmatan lil Alamin, Antara Multikulturalisme, Keislaman dan Keindonesiaan" juga dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang keberagaman Indonesia. "Kenapa kami pilih Ustaz Abdul Somad? Ya karena beliau sosok ulama yang memiliki pandangan dan wawasan yang sangat luas. Di lingkungan pemerintahan saja diterima. Artinya, kapasitasnya cukup memadai," kata Winanto.

Mengenai adanya penolakan pengajian yanng rencananya menghadirkan ulama asal Riau itu, kata dia, Unissula menilainya sebagai bagian dari upaya menyiapkan kegiatan secara lebih baik dan kontrol untuk melakukan upaya lebih baik. "Kami sudah dipertemukan dengan beberapa elemen dan lembaga swadaya masyarakat [LSM] oleh kepolisian. Dari ormas Patriot Garuda Nusantara [PGN] memang tidak hadir, tetapi lainnya hadir. Sudah dilakukan tabayun," katanya.

Dari pihak kepolisian, kata Winanto, juga akan melakukan backup penuh terhadap keamanan penyelenggaraan kegiatan tablig akbar itu, baik dari kepolisian sektor maupun Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang. Sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan kepemudaan di Kota Semarang menolak pelaksanaan pengajian yang rencananya menghadirkan Ustaz Abdul Somad di ibu kota Jateng itu, Senin-Selasa (30-31/7/2018), salah satunya di Unissula.

Penolakan yang disampaikan oleh perwakilan ormas PGN, FKPPI, Laskar Merah Putih, dan Banser NU Kota Semarang itu lebih disebabkan sosok Ustaz Abdul Somad yang pernah dikaitkan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Ada keterlibatan eks anggota HTI dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ada gerakan masif yang dilakukan orang-orang yang tidak legawa HTI dibubarkan," tuduh Ketua Umum PGN Iwan Cahyono.

Jika pihak polisi memang memberi izin atas terselenggaranya kegiatan tablig akbar tersebut, ia meminta jaminan polisi bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran radikal dalam kegiatan tersebut. Menanggapi desakan tersebut, Polrestabes yang semula sempat menyatakan akan mengawal kegiatan itu dikabarkan Kantor Berita Antara mendadak mengaku belum menerbitkan izin atas kegiatan pengajian tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara