Kementerian Pertanian Klaim Indonesia Swasembada 4 Komoditas Pangan

Anggota Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani, bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat membuka Gelar Promosi Agribisnis di Soropadan, Temanggung, Jumat (27/7 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
29 Juli 2018 00:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Kementerian Pertanian mengklaim Indonesia sudah mampu berswasembada empat komoditas pangan yang selama ini sempat impor, yakni beras, jagung, bawang merah, dan cabai. Klaim itu dikemukakan anggota Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani.

"Sebanyak empat komoditas pangan itu sudah kita raih bahkan telah membalikkan fenomenal yang semula bawang merah itu impor dari beberapa negara yaitu Thailand dan Vietnam, tahun 2017 dan 2018 telah ekspor ke beberapa negara," katanya di Temanggung pada pembukaan Gelar Promosi Agribisnis (GPA) ke-8 di Soropadan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (26/7/2018).

Ia menyebutkan produk bawang merah, antara lain berasal dari Sulawesi, Nusa Tenggara  Barat (NTB), bahkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT ) telah ekspor ke Timor Leste. Hal yang mendukung swasembada tersebut, antara lain perubahan regulasi beberapa komoditas yang semula pengadaan sarana produksi (saprodi) melalui lelang kemudian tidak lagi lelang, sehingga lebih cepat.

Selain meletakkan regulasi, katanya perbaikan infrastruktur mulai perbaikan jaringan irigasi, pengadaan air ini mutlak untuk kegiatan budi daya, kemudian penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia menuturkan dari tujuh komoditas yang direncanakan untuk swasembada menuju pangan yang moderen, yaitu tinggal kedelai, tebu, dan sapi.

"Sekarang kita menuju ke penyediaan tebu di luar Jawa dan telah dibangun pabrik gula baru di sejumlah daerah, antara lain di Sumba Timur dengan kapasitas hampir 6.000 TCD dan sekarang menuju 11.000 TCD, kemudian di Timor Tengah Utara [TPU] akan dibangunn juga pabrik gula baru, kemudian di Bombana di Sulawesi Tenggara sudah dibangun juga pabrik gula baru rencananya 12.000 TCD.

Ia menjelaskan 6.000 TCD artinya 6.000 ton per hari gula bisa diproduksi. "Hal ini menjawab yang selama ini gula masih banyak impor, ke depan kita akan mulai untuk mandiri," katanya.

Ia menuturkan saat ini juga diselenggarakan upsus penyelenggaraan protein melalui siwab alias sapi indukan wajib bunting. Ia mengatakan melalui program tersebut setiap hari diketahui berapa sapi yang lahir, berapa yang bunting, dan berapa yang baru diinseminasi.

Selain itu, katanya juga dilakukan program bekerja atau bedah kemiskinan menuju rakyat sejahtera. Di Jateng ada tiga kabupaten, yakni Brebes, Purbalingga, dan Banyumas. Ia menuturkan total di seluruhnya Indonesia ada 10 provinsi, kemudian dibuat sebagai klaster, ada sebanyak 807 desa dan sasarannya 190.000 rumah tangga miskin.

Menurut dia yang diberikan dalam program tersebut adalah memberikan penguatan agribisnis untuk mata pencahariannya mulai dari pemeliharaan 50 ekor ayam dan kandangnya serta diberikan benih untuk tanaman keras. "Kalau untuk Jateng tanaman pisang, sebelum tanaman pisang menghasilkan, ayam bisa dijadikan suatu pendapatan melalui telurnya atau dagingnya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara