Batu Bata Merah Kudus Tak Terganggu Material Baru

Pembuatan bata merah di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jateng. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
29 Juli 2018 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pengusaha batu bata merah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tidak mengkhawatirkan kehadiran batu bata hebel yang memiliki sejumlah keunggulan. Sejauh ini permintaan baru bata merah tetap tinggi, bahkan banyak pengusaha bata merah kewalahan memenuhi permintaan pasar.

"Awalnya, memang banyak masyarakat yang berminat membeli bata hebel. Namun setelah berbentuk bangunan akhirnya mengetahui bahwa bata merah masih banyak peminat," kata pengusaha bata merah di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Muh Toni, Jumat (27/7/2018).

Tokopedia

Keunggulan bata merah, kata dia, lebih mudah menyesuaikan cuaca dibandingkan bata hebel. Bukti bahwa bata merah masih banyak diminati, kata dia, hingga saat ini permintaan bata merah masih cukup tinggi, bahkan banyak pengusaha bata merah kewalahan memenuhi permintaan. Akibatnya, lanjut dia, harga jual batu bata merah saat ini terdongkrak naik menjadi Rp700/buah. Atau naik Rp100 dibandingkan sebelumnya yang berkisar Rp600-an/buah.

Karena cuaca saat ini sangat mendukung, kata dia, dirinya bisa menggenjot produksi bata merah. Jika sebelumnya proses pengeringan batu merah membutuhkan waktu hingga sepekan, kata dia, saat ini cukup tiga hari bisa kering, sehingga proses cetak bata merah bisa berlangsung secara kontinu.

Dalam sehari, dia mengaku, mampu membuat 1.500 bata merah. Karena proses pengeringannya lebih cepat, kata dia, pembakaran bata merah juga bisa dikerjakan setelah terkumpul 20.000 bata merah.

Yanto, pembuat bata merah lainnya, mengakui cuaca panas seperti sekarang proses cetak bata merah bisa ditingkatkan dari sebelumnya 1.500 buah, kini mencapai 2.000 buah/hari. Apalagi, lanjut dia, proses pengeringannya juga cepat karena hanya membutuhkan waktu tiga hari, dibandingkan sebelumnya mencapai sepekan.

Ia mengakui permintaan bata merah saat sekarang mengalami lonjakan, bahkan pasokannya belum seimbang dengan permintaan sehingga harga jual di pasaran juga naik. Dalam rangka memenuhi permintaan, kata dia, pencetakan bata merah saat ini digenjot hingga menjadi 6.000 buah per harinya dengan mempekerjakan tiga orang. Sementara untuk proses pembakarannya, kata dia, setelah terkumpul 30.000 buah bata merah yang biasanya membutuhkan waktu selama 10 hari.

Tingginya permintaan bata merah, kata dia, menjadi salah satu bukti bahwa kehadiran bata hebel memang tidak terlalu berpengaruh dengan permintaan bata merah. Untuk bahan baku, katanya, tersedia cukup, meskipun saat ini harga jualnya Rp250.000 per dam, sedangkan sebelumnya hanya Rp220.000/dam.

batu bata merah, batu bata Kudus, material bangunan, batu bata hebel, kerajinan Kudus

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara