Pemkab Batang Jadikan Kerajinan Cepuk Contoh One Vilage One Produk

Bupati Batang, Wihaji, (Antara/Kutnadi)
30 Juli 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang siap mengembangkan kerajinan cepuk atau kotak perhiasan yang dibuat para pengrajin Desa Keborangan. Bupati Batang Wihaji menganggap kerajinan itu memiliki posisi cukup baik dalam persaingan di pasaran.

Bupati Wihaji menyatakan kerajinan cepuk atau kotak perhiasan itu akan ia jadikan contoh konsep satu desa satu produk (one vilage one produk). Menurutnya, produk ekonomi kreatif semacam itu sudah mendapat pelanggan dari para pemilik toko emas.

Tokopedia

"Saya terkejut selama ini kotak perhiasan di toko emas ternyata pembuatannya adalah berasal dari para pengrajin Desa Keborangan. Ini sangat luar biasa," kata Bupati Wihaji di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (28/7/2018).

Ia mengatakan ekonomi kreatif menjadi bagian dari visi dan misi pemkab, sehingga produk kerajinan kotak perhiasan akan dijadikan contoh one vilage one produk. "Hal seperti inilah yang kami gali dan dikembangkan sebanyak-banyaknya. Kreativitas warga Desa Keborangan ini akan kami tularkan sebagai strategi bisnis karena pasarnya jelas, bahan bakunya mudah, dan pembuatanya pun mudah," katanya.

Menurut dia, Pemkab Batang siap menggandeng usaha tersebut dengan penerima manfaat program keluarga harapan untuk membuat kelompok usaha meniru ekonomi kreatif itu. Penerima manfaat, kata dia, akan terus dibina dan dilatih untuk meniru membuat kerajinan ekonomi kreatif semacam itu.

"Selain membikin kotak perhiasan, kami berharap warga juga membikin kotak sarung dan kotak batik sehingga tidak bersaing dan pasarnya jelas," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budi mengatakan kegiatan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh kelompk usaha bersama (KUB) akan terus dibina dan dibantu dalam pemasarannya sehingga terus berkembang dan mampu bersaing dengan produk lain di pasaran. "Produk kotak perhiasan akan diberi merek, melalui digital marketing dengan pemasaran online, membantu menjembatani dan permodalan. Selanjutnya, kegiatan ekonomi kreatif ini akan kami kembangkan menjadi salah satu tujuan objek wisata," katanya.

Ketua KUB Seruni Kastiah mengatakan pembuatan kotak perhiasan sudah dilakukan perajin selama 10 tahun dengan mempekerjakan 13 orang. "Produk kotak perhiasan kami pasarkan ke Jakarta, Semarang, Pekalongan. Adapun omzet yang kami peroleh mencapai Rp15 juta per bulan. Harga jualnya satu lusin mencapai Rp45.000 hingga Rp55.000," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara