Fluktuasi Harga Sayuran di Batang Dipicu Kemarau

Ilustrasi pedagang oprokan pasar tradisional. (Bisnis/Nurul Hidayat)
30 Juli 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Fluktuasi harga komoditas sayuran-mayur di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Batang, Jawa Tengah meningkat dalam sepekan terakhir. Fluktuasi harga itu dipengaruhi musim kemarau dan tingkat permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut.

Sejumlah pedagang sayuran di Batang, Jateng, Minggu (29/7/2018), mengungkapkan bahwa musim kemarau kali ini memberi pengaruh signifikan terhadap produksi komoditas sayuran seperti cabai dan bawang yang saat ini stoknya sedang melimpah. Padahal, permintaan masyarakat terhadap komoditas itu turun.

"Saat musim kemarau biasanya pedagang sulit mendapat pasokan cabai dan bawang. Akan tetapi saat ini banyak petani sedang panen cabai dan bawang sehingga harganya murah," kata Fatimah, salah seorang pedagang sayuran.

Harga cabai merah atau keriting yang semula Rp30.000/kg, kini turun menjadi Rp17.000/kg. Cabai setan yang semula dijual Rp35.000/kg, turun menjadi Rp30.000/kg. Sedangkan, cabai rawit yang sebelumnya Rp30.000/kg, turun menjadi Rp20.000/kg.

Adapun harga bawang merah, kata dia, semula Rp25.000/kg turun menjadi Rp 20.000/kg. Sementara itu, bawang putih stabil. "Kendati demikian, untuk harga timun terjadi kenaikan yang semula sekitar Rp4.000/kg naik menjadi Rp7.000/kg. Bahkan, jika kondisinya bagus, bisa mencapai Rp10.000/kg," katanya.

Adapun untuk harga daging ayam ras, semula hanya Rp36.000/kg, kini mencapai Rp42.000/kg karena permintaan masyarakat terhadap komoditas itu meningkat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti, mengatakan bahwa turunnya harga komoditas sayuran kemungkinan karena stoknya cukup melimpah. Sedangkan, naiknya harga daging ayam karena ada beberapa alasan, seperti sebentar lagi Iduladha 1439 H.

"Kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok masih kami anggap wajar karena memang harga ini cenderung fluktuatif apalagi mendekati nanti Idul Adha. Adapun naik komoditas sayuran jenis mentimun dimungkinkan karena faktor jumlah panen yang menurun sedang permintaan masyarakat meningkat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara