Warga Pati Pajang Spanduk Tolak Pabrik Semen

Warga Desa Keben, Tambakromo, Pati, Jateng di antara spanduk penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di Kabupaten Pati, Senin (30/7 - 2018). (Antara/Husen)
30 Juli 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PATI — Ratusan warga Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (30/7/2018), menggelar aksi damai dengan memasang 25 spanduk menyerukan penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen di daerah mereka.

Aksi yang diikuti warga Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jateng tersebut diawali dengan berkumpul di lapangan desa setempat. Setelah massa terkumpul, mereka kemudian pawai keliling kampung.

Tokopedia

Spanduk pun lalu mereka pasang di sejumlah lokasi. Spanduk-spanduk itu antara lain bertuliskan, “Wong Tani Butuh Lahan Kanggo Nandur Indocement Segeralah Mundur”, “Teganya Dirimu Kamu Yang Menambang Saudaramu Yang Kena Banjir Bandang”, dan “Desa Mowo Coro Indocement Munduro".

Koordinator Aksi Damai, Bambang Riyanto, mengungkapkan bahwa aksi itu mereka gelar dalam rangka membangkitkan kembali gelora gerakan lingkungan, terutama terkait dengan rencana pembangunan pabrik semen di wilayah Tambakromo dan Kayen. "Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa di Pegunungan Kendeng ada banyak kelompok gerakan lingkungan, gerakan penolak rencana tambang dan pabrik semen," ujarnya.

Kelompok peduli lingkungan, lanjut dia, bahkan bukan hanya satu kelompok, melainkan cukup banyak. "Lamanya gerakan penolakan pabrik semen ini kadang membuat masyarakat lelah. Untuk itu, harus ada model alternatif untuk mengembangkan gerakan tolak semen dan membangun kesadaran masyarakat," ujarnya.

Salah satu hal yang dikembangkan oleh kelompok Ahli Waris Kendeng (AWK adalah dengan mengusahakan agar kawasan Pegunungan Kendeng dikembangkan jadi destinasi wisata. Saat ini, lanjut dia, gua pancur sudah populer dan menjadi andalan objek wisata di Pati. Objek wisata lainnya, yakni bukit pandang dan beberapa objek wisata lainnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara