Ganjar Wanti-Wanti Jembatan Timbang Tak Boleh Rugikan Konsumen

Truk ditimbang di jembatan timbang Tanjung, Kabupaten Brebes, Jateng, Jumat (27/8 - 2017). (Antara/Oky Lukmansyah)
31 Juli 2018 00:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti agar pengaktifan kembali jembatan timbang di sejumlah titik Jateng mempertimbangkan berbagai aspek sehingga tidak justri merugikan konsumen.

"Konteksnya kita ingin menertibkan, saya berharap nanti Kemenhub membuat satu jeda waktu, di mana mereka bisa menyesuaikan sehingga tidak merugikan konsumen," kata Gubernur Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/7/2018).

Terkait dengan hal tersebut, Ganjar mengimbau Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jateng untuk mempertimbangkan wacana menaikkan harga jasa angkutan barang menjelang pengaktifan kembali jembatan timbang. "Kalau ini didorong pasti akan terjadi inflasi dan berdasarkan rapat di TPID dan TPIP pusat, infrastruktur yang sudah baik ayo digunakan untuk logistik manajemen, di mana logistik manajemen kita termasuk yang tinggi," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mendorong pemerintah menyiapkan transportasi logistik alternatif dengan memanfaatkan rel kereta api dan jalur laut. "Dengan begitu, truknya bisa tetap jalan, tidak kemudian karena merasa rugi lalu konsumen dibebani hal itu, kasihan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Aptrindo Jateng Bambang Widjanarko mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi segala regulasi yang ditetapkan pemerintah. Menurut dia, jika pemerintah benar-benar mengaktifkan kembali jembatan timbang dan menindak tegas angkutan yang kelebihan dimensi dan muatan atau over dimensi over loading, maka pihaknya akan mematuhi sepenuhnya.

"Kami tidak terlalu ribet, kalau memang tidak boleh membawa muatan berlebih, maka kami kalkulasi ulang. Jika biasanya bisa diangkut sekali jalan dengan ongkos sekian, jika harus diangkut dua kali jalan, ongkosnya akan menjadi sekian," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara