Masuk Bursa Cawapres Prabowo, Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad. (Youtube.com)
31 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Ustaz Abdul Somad angkat bicara terkait namanya yang masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ustaz kelahiran Asahan, Sumatra Utara, 41 tahun itu tak mau banyak berkomentar terkait usulan hasil Ijtimak Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU) di Jakarta, Jumat (27/7/2018).

“Para ulama Ijtimak, santri merekomdasikan [jadi cawapres]. Kita hormati, kita muliakan dan kita doakan,” ujar Abdul Somad saat mengisi ceramah di kampus Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/7/2018).

Abdul Somad memang tak memberikan keterangan secara pasti apakah menerima atau menolak rekomendasi Ijtimak Ulama itu. Ia hanya meminta didoakan agar menjadi ulama hingga akhir hayat.

Para jemaah pengajian tengah mendengarkan ceramah Ustaz Abdul Somad di Auditorium Kampus Unissula, Semarang, Senin (30/7/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

“Doakan Ustaz Somad istikamah, jadi ustaz sampai mati,” ujar Abdul Somad.

Somad mengaku saat ini dirinya belum berpikir untuk terjun ke dunia politik. Ia hanya ingin fokus dalam dunia pendidikan dan dakwah.

Di pertengahan ceramah, ustaz yang kerap dikait-kaitkan dengan organisasi terlarang, Hizbut Tharir Indonesia (HTI) itu, juga menyinggung pertanyaan jemaah terkait kepemimpinan. Ia pun dengan tegas mengutip hadis nabi.

“Kalau suatu perkara diberikan bukan ke ahlinya, hancurlah. Ini anak bangsa masih banyak yang punya kemampuan, kita dukung,” tutur Abdul Somad.

Dalam kesempatan itu, Abdul Somad juga meminta jemaah, terutama yang masih berstatus mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia politik di Tanah Air, seperti pemilihan legislatif maupun Pilpres 2019.

“Kalau kalian mampu calonkanlah, kalau tidak mampu maka memilihlah calon pemimpin bangsa, generasi khaira umat,” tegas Abdul Somad. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia