Ustaz Abdul Somad Sebut Semarang Bagai Menyambut Wakil Presiden

Ribuan orang memadati tablig akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
31 Juli 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dai yang sedang moncer, Ustaz Abdul Somad, terkesan dengan sambutan yang diberikan kepadanya saat tiba di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia mengaku dijemput pula oleh polisi dan tentara layaknya pejabat penting.

"Kota Semarang ini luar biasa, yang menyambut TNI dan Polri, disambut seperti calon wakil presiden saja," kelakar dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau itu saat membuka ceramah di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/7/2018).

Namun, Somad justru meminta kepada jemaah tablig akbar yang diisinya itu untuk didoakan menjadi ustaz sampai akhir hayatnya. "Doakan Ustaz Somad istikamah jadi ustaz sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah, biarkan Ustaz Somad fokus pendidikan dan dakwah saja," katanya disambut tepuk tangan jemaah.

Pernyataannya itu ia kemukakan sembari menjawab pertanyaan wartawan yang belum sempat dijawabnya sebelum acara tersebut. Pertanyaan itu terkait dengan rekomendasi Forum Ijtima Ulama yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI agar dai lulusan Universitas Al-Azhar Mesir maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Berkaitan dengan forum ijtima ulama yang merekomendasikan namanya sebagai salah satu cawapres pendamping Prabowo, Abdul Somad menegaskan tetap menghormati apa yang sudah menjadi hasil forum ijtima ulama itu. "Para ulama ijtima, santri-santri, memberikan rekomendasi, kita hormati, kita muliakan, dan kita doakan," kata sosok kelahiran Silo Lama, Sumatra Utara, 18 Mei 1977 itu, di depan ribuan jamaah tablig akbar.

Namun, Abdul Somad langsung menegaskan tidak bermaksud untuk menjadi cawapres, seraya kembali melanjutkan tausiahnya dalam tablig akbar bertema "Islam Rahmatan lil alamin, Multikulturalisme, Keislaman, dan Keindonesiaan" itu. Ustaz Abdul Somad justru mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, yang hadir untuk menggapai cita-cita yang disebutkannya berpeluang untuk mengisi enam paket jabatan negara.

"Ada anggota legislatif kabupaten, kota, provinsi, pusat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), presiden, dan wakil presiden. Ada peluang enam paket yang bisa kalian isi," katanya.

Kalau merasa mampu, kata dia, tidak ada salahnya untuk mencoba peluang tersebut, tetapi jika masih merasa belum mampu, generasi muda masih mempunyai hak pilih yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. "Kalau mampu, calonkan diri kalian. Kalau tidak mampu, kalian masih punya suara untuk memilih. Nanti, ketika mencoblos kertas pada 2019 [Pemilu dan Pilpres], ingat kalian sedang memilih pemimpin," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara